Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

SPBE Cimuning Dekat Permukiman, Pemkot Bekasi Minta Evaluasi Total

×

SPBE Cimuning Dekat Permukiman, Pemkot Bekasi Minta Evaluasi Total

Sebarkan artikel ini

Pemerintah Kota Bekasi bakal mengkaji ulang keberadaan SPBE Cimuning, Mustikajaya, usai insiden kebakaran hebat yang melanda lokasi tersebut, Rabu malam 1 April 2026. Evaluasi dilakukan lantaran fasilitas pengisian bulk elpiji itu kini berada sangat dekat dengan permukiman warga.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengatakan insiden ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah untuk kembali meninjau keberadaan industri berisiko tinggi yang berada di tengah kawasan hunian. Menurutnya, kondisi wilayah saat ini sudah jauh berbeda dibanding saat SPBE tersebut pertama kali berdiri.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Kalau melihat kondisi sekarang, memang lokasi ini sudah sangat dekat dengan permukiman warga. Mungkin dulu, saat pertama kali dibangun, area ini masih relatif kosong dan belum sepadat sekarang,” ujar Abdul Harris Bobihoe dikutip Bekasiguide.com, Kamis 2 April 2026.

Ia menegaskan, jika ke depan fasilitas tersebut ingin kembali beroperasi atau dibangun ulang, maka harus ada kajian yang lebih mendalam dan pengamanan yang jauh lebih serius. Sebab, objek yang terbakar merupakan fasilitas vital yang menyimpan gas LPG dalam jumlah besar dan memiliki tingkat risiko tinggi apabila terjadi kebakaran.

“Kalau ke depan tempat ini ingin kembali beroperasi atau dibangun lagi, tentu harus ada kajian yang lebih mendalam dan pengamanan yang jauh lebih serius,” katanya.

Menurut dia, kebakaran di SPBE Cimuning menunjukkan besarnya potensi bahaya apabila fasilitas gas berada terlalu dekat dengan lingkungan warga. Terlebih, saat kejadian petugas juga harus memprioritaskan pengamanan tangki besar berkapasitas 50 ribu kilogram agar api tidak memicu ledakan yang lebih besar.

Selain melakukan evaluasi terhadap lokasi SPBE, Pemkot Bekasi juga mulai mendata dampak yang ditimbulkan bagi warga sekitar. Dari data sementara, ada sekitar 14 rumah yang terdampak akibat kebakaran tersebut. Pemerintah daerah memastikan pendataan dan penanganan akan dilakukan bersama instansi terkait.

“Ini akan menjadi pelajaran penting bagi kita semua untuk melakukan kajian ulang terhadap lokasi-lokasi industri yang berisiko tinggi,” tandasnya.

Penulis: Salma Editor: Bams
Example 120x600
Metropolitan

“Ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah Kota Bekasi untuk melayani warga masyarakat yang akan mudik, sehingga dapat meringankan beban mereka. Salah satu pengeluaran terbesar saat mudik adalah biaya transportasi,” kata Tri dikutip Bekasiguide.com, Minggu 15 Maret 2026.