Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Lampu Stadion Patriot Mati, Ini Penjelasan PLN Bekasi

×

Lampu Stadion Patriot Mati, Ini Penjelasan PLN Bekasi

Sebarkan artikel ini

7BEKASI- Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bekasi, Redi Zusanto memastikan bahwa padamnya lampu di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi pada Minggu (25/6/2023) malam, terjadi bukan akibat adanya kasus pencurian kabel. Lampu padam saat pertandingan sepakbola bertajuk International Friendly Match antara Persija Jakarta Vs Ratchaburi FC.

Sebelumnya beredar kabar berantai bahwa lampu stadion Patriot Candrabhaga padam akibat adanya kasus pencurian kabel. Belakangan informasi yang dibumbui kabar tertangkapnya dua pelaku pencurian, dipastikan tidak benar atau kabar hoax.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Pencurian kabel tidak ada. Tadi sudah kita cek, tidak ada kabel yang putus. Di lokasi ini (Stadion Patriot Candrabhaga) tidak ada,” ujar Redi yang ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Senin (26/6/2023).

Redi pada kesempatan ini mengaku sudah menjalankan semua Standar Operasional Prosedur (SOP) begitu mengetahui lampu Stadion Patriot Candrabhaga padam, saat pertandingan antara Persija menghadapi Ratchaburi FC (Thailand) baru berjalan 15 menit.

“SOP kita jalankan dengan mengecek suplay PLN. Kita cek gardu milik PLN, didapati bahwa saluran ke stadion kondisi aman. Di stadion ini kita siapkan dua suplai atau ada dua saluran ke stadion dari gardu induk (GI) Poncol Baru, jadi kalau ada satunya trouble, otomatis satunya akan memikul. Dua duanya kita cek kondisinya menyala,” ujar Redi.

SOP kedua setelah melihat dari sisi PLN aman, pihaknya lanjut Redi kemudian mengecek gardu milik pelanggan atau milik Stadion Patriot. Di sana didapati ada semacam fuse atau alat yang putus.

“Ada tiga jalur kalau kabel, ada dua yang putus,” katanya.

Agar pertandingan bisa dilanjutkan, maka diputuskan untuk memakai aliran listrik dari genset milik stadion.

Setelah pertandingan selesai, PLN UP3 Bekasi dan pengelola stadion, mengecek kembali gardu listrik milik Stadion Patriot. Permasalahan yang ditemukan masih sama.

“Kami nyalakan dan putus kembali. Secara teknis kesalahan ada di sisi trafo. Di hilir trafo sudah dilepas tidak ada kabel. Hanya trafo saja yang di tes, dan alat di sisi pelanggan kembali putus,” kata Redi.

Redi belum tahu secara pasti penyebab kejadian ini. Sebab semuanya harus di cek ulang dan perlu klarifikasi dari pihak stadion.

“Faktornya bisa karena pemeliharaan, karena tegangan kejut bisa juga dan lain-lain, teknis itu. Belitan, trafo itu ada belitan di dalam, biasanya ada breakdown atau kerusakan,” katanya.

“Kalau untuk perbaikan, tergantung spare-nya. Kalau ada bisa cepat. Kalau di PLN hitungan jam bisa selesai, kan itu tinggal dikeluarkan dan dimasukkan kembali, disambung kabel,” kata dia.

Lebih lanjut, Redi mengatakan, walaupun penyebab padam adalah trafo dan genset internal milik Stadion yang mengalami kerusakan dan tidak cukup daya, tetapi tim PLN dengan gerak cepat tetap all-out langsung membantu penanganan kelistrikan stadion.

“Sehingga dari kondisi padam yg sempat terjadi pada 19.45 WIB, hanya dalam waktu kurang dari 2 jam, listrik kembali menyala dan pertandingan dilanjutkan pada jam 21.30,WIB” kata dia.

“Selanjutnya kami juga telah koordinasi dengan Dispora untuk meningkatkan kolaborasi kehandalan. Termasuk

memberikan bantuan dukungan kepada Dispora kota Bekasi untuk supervisi meningkatkan kehandalan di instalasi kelistrikan di stadion Patriot Candrabhaga,” tandas Redi.

Sementara itu, Erik (33) warga Bekasi Utara yang pada malam itu menonton pertandingan Persija Jakarta Vs Ratchaburi FC mengaku lega tetap bisa menyaksikan tim kesayangannya berlaga walau ada drama lampu stadion mati.

“Saya tetap semangat karena pertandingan tetap dilanjutkan. Dan, terimakasih Tim PLN yang sudah sigap melakukan penanganan soal listrik padam sehingga saya tetap bisa menonton sampai selesai,” pungkasnya. (Bams

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.