Kontestasi Pilkada Kota Bekasi 2024 telah berlalu, tetapi kedekatan Sholihin dengan masyarakat tidak ikut berakhir. Mantan calon Wakil Wali Kota Bekasi yang berpasangan dengan Heri Koswara itu masih aktif bersilaturahmi, menghadiri undangan warga, hingga membagikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Meski belum mendapat amanah untuk memimpin Kota Bekasi, Sholihin memilih tetap hadir di tengah masyarakat. Baginya, pengabdian tidak harus menunggu jabatan atau posisi tertentu. Selama masih memiliki kesempatan dan kemampuan, ia ingin terus memberikan manfaat bagi warga.
“Alhamdulillah, saya masih diberi kesempatan untuk berkunjung ke warga dan berbagi sedikit rezeki yang saya miliki. Saya bersyukur masih bisa bersilaturahmi dan melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Sholihin dikutip bekasiguide.com, Senin 12 Oktober 2026.
Hubungannya dengan masyarakat pun tetap terjaga. Ia mengaku masih sering menerima undangan dari warga untuk menghadiri berbagai kegiatan. Rumahnya juga terbuka bagi siapa saja yang ingin bersilaturahmi, tanpa dibatasi latar belakang maupun pilihan politik.
Menurut Sholihin, hubungan dengan masyarakat tidak semestinya terputus hanya karena seseorang tidak lagi berada dalam kontestasi politik. Justru, komunikasi dan kebersamaan perlu terus dirawat agar kedekatan yang telah terbangun selama ini tetap terjaga.
“Silaturahmi harus terus berjalan. Rumah saya terbuka untuk siapa saja. Walaupun sekarang tidak sedang menjabat, bukan berarti kita berhenti berhubungan dengan masyarakat,” katanya.
Sholihin sendiri bukan sosok baru dalam perpolitikan Kota Bekasi. Ia pernah menjadi anggota DPRD Kota Bekasi selama tiga periode, yakni 2014–2024, serta memimpin DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Bekasi. Pengalaman panjang di dunia politik tersebut membuatnya cukup dekat dengan berbagai elemen masyarakat.
Kini, ia menegaskan bahwa membangun Kota Bekasi tidak semata-mata harus dilakukan melalui jabatan kepala daerah. Menurutnya, kontribusi sekecil apa pun tetap berarti selama dilakukan dengan niat untuk kebaikan bersama.
“Membangun Kota Bekasi tidak harus menjadi kepala daerah. Apa yang bisa kita perbuat demi kebaikan kota ini akan kita lakukan. Memang berbeda kalau menjadi kepala daerah karena memiliki APBD dan kewenangan untuk membangun lebih luas, tetapi selama masih bisa berbagi dan hadir di tengah warga, saya akan terus melakukannya,” tuturnya.








