Sosok Yudhistiro Pranoto (Yudhis), jurnalis yang hilang saat menjalankan tugas peliputan di kawasan Anak Krakatau, dikenal keluarga sebagai pribadi yang memiliki kecintaan besar terhadap dunia jurnalistik.
Kakak Yudhis, Fera, mengatakan adiknya telah menekuni dunia jurnalistik selama kurang lebih 20 tahun. Selain sebagai jurnalis, Yudhis juga dikenal memiliki hobi fotografi sejak lama.
Menurut Fera, kecintaan Yudhis terhadap pekerjaannya membuat sang adik selalu berusaha total ketika menjalankan tugas.
“Dia itu pecinta banget. Jiwanya memang jiwa jurnalis banget. Kalau saya bilang, petarung. Dia petarung banget, nekat orangnya,” ujar Fera dikutip Bekasiguide.com, Kamis 17 September 2026.
Fera menyebut Yudhis tidak hanya menjalankan jurnalistik sebagai pekerjaan, tetapi juga sebagai bagian dari dirinya. Bahkan ketika menghadapi kondisi yang tidak mudah, Yudhis tetap berusaha memberikan hasil terbaik.
“Kalau sudah hobi, dia jadi fotografer dari dulu. Dia punya jiwa jurnalis, totalitas. Demi hasil, apa pun yang terjadi, demi pekerjaan, demi hobi,” katanya.
Bagi keluarga, Yudhis juga merupakan sosok yang sangat menyayangi keluarga, terutama sang ibu. Fera mengatakan Yudhis dikenal perhatian dan sangat memuliakan ibunya.
“Anaknya perhatian banget sama mamanya. Anaknya cinta sama keluarga. Yudis itu anak yang sangat memuliakan ibunya. Sama istrinya juga sayang, sama keluarga tuh sayang,” tutur Fera.
Fera mengungkapkan, Yudhis sebelumnya memang sudah sering menjalankan tugas ke berbagai daerah dengan kondisi yang berisiko. Karena itu, perjalanan ke Anak Krakatau bukan merupakan pengalaman pertamanya berada di wilayah yang menantang.
“Sudah sering banget. Dia itu ke daerah-daerah konflik sering kok. Jadi bukan pertama kali,” ucapnya.
Meski demikian, keluarga mengaku tidak mendapatkan firasat ataupun pesan khusus dari Yudhis sebelum keberangkatannya. Biasanya, Yudhis hanya akan memberi kabar setelah tiba di lokasi.
Kini, keluarga masih menunggu kabar dari proses pencarian Yudhis yang dilakukan oleh tim. Di tengah penantian tersebut, keluarga terus memanjatkan doa dan berusaha menerima apapun yang menjadi ketentuan Allah SWT.








