Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Esai

20 Santri Lulus Ujian Simaan 30 Juz Bilghoib

×

20 Santri Lulus Ujian Simaan 30 Juz Bilghoib

Sebarkan artikel ini

Sungguh bersyukur ketika anak sudah mau masuk pesantren. Apalagi, jika anak itu mau menghafalkan Alquran. “Karunia yang tinggi.” Demikian, salah motivasi yang disampaikan KH. Mu’tashim, pimpinan PP Pandanaran, Yogyakarta, dalam haflah Khatmul Quran dan wisuda di PP Nurul Quran, Babelan Bekasi, akhir pekan lalu. “Syukurilah. Sambil tetap meningkatkan pemahaman dan pengamalan Alquran,” katanya. Sudah menjadi penghafal Alquran, katanya, bukan berarti sudah selesai tugas kita. Akan tetapi, masih selalu ada yang harus ditingkatkan sebagai wujud kita bersyukur kepada Allah dan bukti mahabbah kita kepada Rasulullah SAW. Satu motivasi disampaikan, satu saat nanti di ketika masa benar-benar kacau. Anak lupa kepada bapak ibunya, orangtua lupa kepada anak-anaknya, semua sibuk mengurus diri sendiri. Namun, ada anak-anak yang hafal Alquran justru diberi kesempatan mencari orangtuanya, agar diajak masuk surga bersamanya. “Kalian nanti, ketika dibimbing masuk ke dalam surga, tetapi dicegat malaikat. Kenapa kalian sendiri, mana orangtuamu? Carilah. Ajaklah mereka masuk surga bersamamu,” kata kH Mutashim. Dan inilah manfaat jika kita, anak-anak kita, mencintai Alquran. Menghafalkan Alquran. Apa pun kata mereka, teruslah berjuang bersama Alquran. Maka Alquran ini yang akan bisa menolong kita disaat orang lain sibuk mencari pertolongan. Suasana haflah Alquran di pesantren ini rutin dilakukan. Setiap tahun, rata-rata ada 20 santri hafal Alquran baru. Pesantren kecil namun sangat produktif. Tahun ini, ada 20 santri yang diwisuda. Ada 11 putra dan 9 perempuan. Mereka dianggap lulus setelah melalui proses simaan bilghoib 30 juz. “Mereka ini luar biasa. Alquran sudah dihafalnya. Semoga istiqomah dalam menjaga hafalannya. Tetap bersyukur atas hidayah Allah yang diberikan ini,” katanya. KH. Ahmad Syamsuri, pimpinan PP Raudhatul Quran, Karawang, mengatakan orang yang hafal quran dan dia istiqmah maka disebutkan menjadi ‘keluarga’ Allah SWT. Demikian tinggi penghargaan Allah kepada para penghafal Alquran. Maka, jangan sekali-kali takut akan rizki, takut miskin, jika kita sudah cinta kepada Alquran,” katanya. Sementara, KH. Ahmad Fayumi Alhafidz, pimpinan PP Nurul Quran, mengatakan haflah sebagai wujud cinta kepada Alquran dan eringatan Maulid debagai bukti kecintaan kepada Rasulullah SAW. Sekitar 1000 jamaah ikut hadir dalam acara haflah ini. Mereka ikut larut dalam doa maulid yang disampaikan KH Zen Syukrillah.

Example 120x600
Esai

“Melon ini insyaAllah berkah. Selain berkualitas, juga berkah karena diberi doa selama perawatan dan shalawatan,” katanya.

Esai

Sebab, masa lalu adalah kumpulan pengalaman yang membentuk karakter dan memberikan pelajaran berharga melalui keberhasilan maupun kegagalan.