Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Catatan Jamaah Haji bagi Disabilitas

×

Catatan Jamaah Haji bagi Disabilitas

Sebarkan artikel ini

SEBAGIAN jamaah haji sudah pulang ke tanah air. Mereka, pulang dengan membawa berbagai pengalaman. termasuk kesan dan pengalaman, yang dialami saat di tanah suci.

Seribu jamaah haji, bisa jadi ada seribu kisah. Umumnya, mereka mengisahkan berhaji yang luar biasa.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Adalah H. Siswadi, sesepuh dan sahabat yang baru dua tiga hari pulang ke tanah air. “Alhamdulillah, semua berjalan lancar” kata pendiri Pusat Kajian Manajemen Strategis (PKMS) ini saat berbincang dengan bekasiguide.com, Sabtu 13 Juni 2026.

Di tanah suci, setiap waktu dan sisi adalah karunia. Setiap nafas adalah syukur. Bagaimana tidak, ketika dari awal perjalanan yang demikian singkat, kemudian selama perjalanan yang penuh dengan keberkahan dan kemudahan, sampai kepulangan yang diberikan kelancaran.

Siswadi yang juga Ketua Dewan Pembina Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) juga merasakan pengalaman yang luar biasa. Bukan hanya dalam beribadah haji, tetapi juga dalam pengalaman perjalanannya.

Sebagai aktifis dan pemerhati kaum difabel, perjalanannya tak bisa lepas dari perhatian kepada kaum difabel.

“Dalam rekomendasi Kemenhaj terhadap pelaksanaan haji tahun ini, miris karena tidak ada satu kata pun yang menyinggung kaum difabel. Padahal di lapangan banyak sekali jamaah dari difabel atau lansia.”

Siswadi pantas prihatin, karena kaum difabel dalam pelaksanaan haji masih dianggap menjadi kaum yang berbeda. Mereka lebih tampak mementingkan yang lain.

Disebutkan misalnya, bis shalawat tidak akses bagi jamaah disabilitas. Juga toilet khusus yang disediakan bagi jamaah disabilitas hendaknya memberi prioritas bagi kaum difabel.

Di bagian lain, fatwa rukhsoh terhadap fasilitas tahapan umroh dan haji tidak akses bagi penyandang disabilitas.

Inilah beberapa catatan yang langsung ditemukan saat haji tahun ini, khususnya kepada penyandang disabilitas. Dan catatan ini, sudah disampaikan kepada person Dewan Nasional Disabilitas dan juga Komisi VIII DPR RI. Agar, ke depan lebih diperhatikan dan bukan hanya sampai di tataran catatan.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah visi haji Negara Arab Saudi pada tahun 2030 adalah target 4-5 juta jamaah. Tahun itu, Arab Saudi sudah menerapkan digitalisasi admnistrasi.

“Nah, jamaah kita apa tidak dipersiapkan untuk menyambut itu?” katanya menutup perbincangan.

Example 120x600
Berita

“Melalui Light Up The Dream, kami ingin menghadirkan manfaat listrik yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Semoga sambungan listrik mandiri ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi Ibu Rana beserta keluarga, sekaligus memudahkan berbagai aktivitas sehari-hari di rumah,” ujar Firman dalam keterangannya dikutip bekasiguide.com, Jumat 02 Oktober 2026.

Berita

“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk memanfaatkan PLN Mobile dalam memenuhi kebutuhan layanan kelistrikan, termasuk melakukan pembayaran tagihan Listrik di awal bulan secara tepat waktu. Dengan layanan digital, pelanggan tidak perlu repot datang ke kantor, karena berbagai kebutuhan kelistrikan dapat dilakukan dengan mudah melalui satu aplikasi,” ujar Firman dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Kamis 01 Oktober 2026.

Berita

“Kita sedang menyiapkan Indonesia Emas 2045. Anak-anak yang hari ini belajar di SMA dan SMK akan menjadi bagian dari generasi produktif pada masa itu. Kalau ingin mereka siap berkarya dan membawa daerah ini maju, kita harus menjaga serta mempersiapkan mereka mulai sekarang,” kata Putu Kholis dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com pada Kamis 01 Oktober 2026.

Berita

“Bagi kami, listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas dan kehidupan sehari-hari. Melalui Light Up The Dream, kami ingin terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dan membantu mereka mendapatkan akses listrik secara mandiri,” ujar Kurniawan dikutip bekasiguide.com pada Sabtu 26 September 2026.

Berita

“Program Rumah Sehat menjadi wujud perhatian dan penghargaan kami kepada keluarga pensiunan PLN yang telah menjadi bagian dari perjalanan dan pengabdian perusahaan. Melalui dukungan renovasi ini, kami berharap Ibu Nia Rokania dan keluarga dapat memiliki tempat tinggal yang semakin layak, aman, dan nyaman. Semoga manfaat yang diberikan dapat benar-benar dirasakan serta mempererat rasa kekeluargaan di lingkungan PLN,” ujar Firman dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com pada Jumat 25 September 2026.