Pemerintah Kota Bekasi akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait insidenocoran pipa gas yang terjadi di Jalan Nangka Raya, Kranji, Bekasi Barat pada Jumat 29 Mei 2026 lalu.
Wakil Wali Kota Bekasi Bobihoe mengatakan, salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memetakan seluruh jalur pipa gas yang berada di wilayah Kota Bekasi guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Ini menjadi evaluasi bagi kita semua. Dalam kegiatan pekerjaan seperti itu, perlu dilakukan pemetaan jalur-jalur pipa gas yang ada di Kota Bekasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” kata Bobihoe dikutip Bekasiguide.com, Senin 1 Juni 2026.
Menurutnya, informasi mengenai lokasi jaringan pipa gas harus diketahui oleh seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi maupun proyek infrastruktur. Dengan demikian, potensi kerusakan jaringan akibat aktivitas penggalian dapat diantisipasi sejak awal.
Ke depan, Pemkot Bekasi akan berkoordinasi dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk memperoleh data lokasi jaringan pipa gas yang tersebar di sejumlah wilayah.
“Kami ingin mengetahui secara pasti lokasi jaringan pipa gas milik PGN yang ada di Kota Bekasi sehingga dapat dilakukan antisipasi dalam setiap pekerjaan konstruksi,” ujarnya.
Bobihoe menegaskan, insiden kebocoran pipa gas tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh pihak agar lebih berhati-hati saat melakukan pekerjaan di lapangan, terutama yang berkaitan dengan utilitas bawah tanah.
“Ini menjadi pelajaran penting dan tidak boleh terulang lagi,” tegasnya.
Sebelumnya, kebocoran pipa gas terjadi di Jalan Nangka Raya, Kranji, Bekasi Barat. Insiden tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pekerjaan pihak ketiga di sekitar jaringan distribusi gas bumi milik PGN.








