Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Sekolah Tolak Pembangunan Lapangan Padel di Bekasi, Khawatir Ganggu Kegiatan Belajar

×

Sekolah Tolak Pembangunan Lapangan Padel di Bekasi, Khawatir Ganggu Kegiatan Belajar

Sebarkan artikel ini
Rangka baja pembangunan lapangan padel tampak berdiri di kawasan dekat sekolah Asshodriyah Islamic School Kota Bekasi.

Pihak Sekolah Asshodriyah Islamic School di Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi menolak pembangunan lapangan padel yang berada tepat di depan area sekolah. Keberadaan fasilitas olahraga tersebut dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan dan proses belajar mengajar siswa.

Kepala Sekolah Asshodriyah Islamic School, Ahmad Baidowi mengatakan, penolakan dilakukan karena lokasi lapangan padel dinilai terlalu dekat dengan lingkungan sekolah. Menurutnya, kebisingan dari aktivitas pembangunan maupun operasional lapangan nantinya dikhawatirkan mengganggu konsentrasi para siswa.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Yang kami khawatirkan itu kenyamanan anak-anak saat belajar. Kami bukan menolak olahraga padel, tapi lokasinya terlalu dekat dengan sekolah,” ujar Ahmad Baidowi saat diwawancarai, Jumat 8 Mei 2026.

Selain kebisingan saat pembangunan berlangsung, pihak sekolah juga khawatir aktivitas lapangan padel nantinya akan semakin ramai karena di lokasi tersebut direncanakan terdapat lima lapangan padel, area kafe hingga hiburan musik.

“Kalau nanti sudah beroperasi pasti akan ramai dan bising. Bahkan beberapa wali murid yang bermain padel juga mengatakan olahraga ini memang tidak bisa tidak berisik,” katanya.

Ia menjelaskan, pihak sekolah sebenarnya sudah melayangkan surat keberatan sejak Januari 2026 kepada Pemerintah Kota Bekasi, mulai dari kelurahan, kecamatan hingga dinas terkait. Namun hingga kini, pihak sekolah mengaku belum menerima tanggapan maupun tindak lanjut atas surat tersebut.

“Surat pertama kami kirim sekitar Januari. Kemudian mereka datang ke sekolah pada Maret.Seharusnya ketika surat keberatan kami diterima dan diproses, izin pembangunan bisa ditinjau kembali. Namun kenyataannya izin tetap keluar meskipun kami sudah menyampaikan keberatan,” ungkapnya.

Menurut Ahmad, pembangunan sempat dihentikan sementara pada bulan Ramadan karena perizinan belum lengkap. Namun setelah Idul Fitri, pembangunan kembali dilanjutkan usai izin disebut telah diterbitkan.

Pihak sekolah berharap pemerintah dapat meninjau ulang izin pembangunan tersebut atau memindahkan lokasi lapangan padel ke tempat yang lebih sesuai dan tidak berdekatan dengan area pendidikan.

 

Penulis: SalmaEditor: Bams
Example 120x600