Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

14 Rumah Terdampak Kebakaran SPBE Cimuning, Pemkot Bekasi Lakukan Pendataan

×

14 Rumah Terdampak Kebakaran SPBE Cimuning, Pemkot Bekasi Lakukan Pendataan

Sebarkan artikel ini

Kebakaran hebat di SPBE Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, pada 1 April 2026, turut berdampak ke permukiman warga. Pemerintah Kota Bekasi mencatat, sedikitnya 14 rumah terdampak dan kini mulai dilakukan pendataan untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengatakan rumah-rumah yang terdampak berada cukup dekat dengan lokasi kebakaran. Sebagian di antaranya mengalami dampak langsung karena jaraknya yang berdekatan dengan titik api.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Kalau dari data sementara, ada sekitar 14 rumah yang terdampak,” ujar Abdul Harris dikutip Bekasiguide.com, Kamis 2 April 2026.

Menurutnya, Pemerintah Kota Bekasi saat ini tengah melakukan pendataan lebih lanjut terhadap kondisi rumah warga yang terdampak. Proses itu dilakukan bersama sejumlah instansi terkait, seperti BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, dan perangkat daerah lainnya.

“Untuk rumah warga yang terdampak, kami sedang melakukan pendataan bersama BPBD, Damkar, dan juga perangkat daerah terkait,” katanya.

Ia menegaskan, hasil pendataan itu nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan terhadap warga, termasuk melihat tingkat kerusakan rumah serta kondisi sosial ekonomi pemiliknya.

“Kalau memang rumah-rumah yang terdampak itu milik warga yang kurang mampu, tentu akan kami upayakan untuk dibantu penanganannya,” jelasnya.

Ia juga menyoroti posisi SPBE Cimuning yang kini berada sangat dekat dengan permukiman warga, sehingga insiden kebakaran tersebut menimbulkan kekhawatiran besar bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, kejadian ini menjadi catatan penting agar keberadaan fasilitas berisiko tinggi di tengah kawasan hunian dapat dievaluasi kembali.

Penulis: SalmaEditor: Bams
Example 120x600
Metropolitan

“Ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah Kota Bekasi untuk melayani warga masyarakat yang akan mudik, sehingga dapat meringankan beban mereka. Salah satu pengeluaran terbesar saat mudik adalah biaya transportasi,” kata Tri dikutip Bekasiguide.com, Minggu 15 Maret 2026.