Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan work from home (WFH) dan diskon tarif tol 20 persen guna menghindari kepadatan saat puncak arus balik Lebaran 2026.
Hal itu disampaikan Dudy saat meninjau pemantauan arus mudik dan arus balik di Command Center Jasa Marga, Bekasi.
Menurut dia, pemerintah memprediksi puncak arus balik masih akan terjadi pada 28 dan 29 Maret 2026. Karena itu, masyarakat diminta tidak menunda perjalanan hingga akhir masa libur.
“Kami mengharapkan masyarakat dapat memanfaatkan kebijakan work from home maupun diskon tarif tol yang diberlakukan pada tanggal 26 dan 27 sebesar 20 persen,” kata Dudy dikutip Bekasiguide.com, Kamis 26 Maret 2026.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diharapkan bisa membantu mengurai kepadatan kendaraan yang diperkirakan meningkat pada akhir periode libur Lebaran.
“Diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan ini sehingga kita bisa mengurangi kepadatan yang kita prediksi akan terjadi pada tanggal 28 maupun 29 Maret,” ujarnya.
Selain itu, Dudy juga mengungkapkan bahwa pergerakan masyarakat selama masa angkutan Lebaran tahun ini mengalami peningkatan.
Berdasarkan data sementara, angkutan umum selama H-8 hingga H+3 Lebaran 2026 naik sebesar 4,07 persen. Sementara itu, pergerakan keberangkatan penumpang angkutan umum meningkat 11,11 persen.
“Angka ini masih bersifat dinamis karena kami menghitung sampai dengan tanggal 29 Maret nantinya,” jelasnya.
Di sisi lain, Dudy menyebut tingkat kecelakaan selama arus mudik dan arus balik sejauh ini juga menunjukkan tren penurunan. Ia berharap kondisi tersebut tetap terjaga hingga berakhirnya masa angkutan Lebaran.
“Harapan kami sampai dengan tanggal 29 Maret nanti tingkat kecelakaan maupun fatalitas akan semakin menurun,” katanya.
Dudy pun mengapresiasi masyarakat yang dinilai cukup tertib dan mengikuti arahan petugas di lapangan selama periode mudik Lebaran tahun ini.








