Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Bekasi Siapkan Kepala Sekolah Baru, 41 Guru Ikut Uji Substansi

×

Bekasi Siapkan Kepala Sekolah Baru, 41 Guru Ikut Uji Substansi

Sebarkan artikel ini
Wijayanti, Kepala Bidang PTK Disdik Kota Bekasi. (Photo : Istimewa)

Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak pemimpin sekolah yang berkualitas. Sebanyak 41 guru terbaik resmi diberangkatkan untuk mengikuti Uji Substansi Calon Kepala Sekolah di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Bandung pada Rabu, 9 Juli 2025.

Para peserta ini bukan sembarang guru. Mereka telah melewati seleksi administratif superketat—menyisihkan 1.821 pesaing lainnya dari total 1.862 undangan yang masuk melalui sistem Ruang GTK.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Seleksi ini kami laksanakan sesuai regulasi dari Kemendikbudristek, dan uji substansi menjadi tahap krusial dalam menentukan siapa yang benar-benar layak memimpin sekolah,” ujar Wijayanti, Kepala Bidang PTK Disdik Kota Bekasi dikutip pada Rabu, 09 Juli 2025.

Hanya 21 Akan Terpilih
Dari 41 nama yang melaju ke uji substansi, nantinya hanya 21 calon kepala sekolah yang akan diangkat: satu untuk jenjang TK dan dua puluh untuk SD.

Penilaian dilakukan berdasarkan indikator ketat—mulai dari pengalaman manajerial, prestasi, pangkat, hingga masa kerja.

Transparan dan Bersih
Disdik Kota Bekasi menegaskan bahwa proses seleksi ini bebas dari praktik titipan dan intervensi.

“Kami pastikan proses seleksi ini sportif dan berintegritas tinggi. Tidak ada ruang bagi kecurangan. Yang belum lolos, tetap semangat. Tahun depan masih terbuka peluang besar,” tambah Wijayanti.

Jadwal Pengumuman
Hasil uji substansi akan diumumkan pada 18–19 Juli 2025. Kota Bekasi pun bersiap menyambut kepala sekolah baru yang tidak hanya kompeten, tapi juga siap membawa semangat perubahan di dunia pendidikan dasar. (Adv)

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.