Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Petani Hortikultura Assilulu Harapkan Bantuan dari Pemerintah Daerah

×

Petani Hortikultura Assilulu Harapkan Bantuan dari Pemerintah Daerah

Sebarkan artikel ini
Pertanian yang dikelola oleh Ibrahim Paisuli, seorang petani di Negeri Assilulu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. (photo : Elly)

Ibrahim Paisuli, seorang petani di Negeri Assilulu, kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, selama ini menjadi tumpuan warga setempat dan sekitarnya dalam memenuhi kebutuhan pangan melalui hasil tanaman hortikultura yang digarapnya. Namun, sejak 2018 silam, hingga saat ini, ia  mengaku kesulitan untuk menjaga konsistensi produksi pertaniannya.

Keterbatasan tenaga kerja dan anggaran menjadi kendala utama bagi Ibrahim dalam mengelola lahan pertaniannya yang cukup luas. Hal itu berdampak pada belum optimalnya pemenuhan permintaan pangan dari warga Negeri Assilulu. Bahkan permintaan dari desa tetangga seperti Ureng dan Negeri Lima juga kerap tidak terpenuhi.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Saya kelola lahan ini sejak tahun 2018, sejauh ini untuk melayani kebutuhan warga di sini belum mencukupi apalagi ditambah dengan permintaan dari warga desa lain yang sering datang belanja di sini,” ungkap Ibrahim dikutip dari liputan co.id pada Kamis, 10 April 2025.

Selama ini, Ibrahim baru mendapatkan perhatian dan bantuan sebatas bibit dari Pemerintah Negeri Assilulu. Tapi, bantuan tersebut dinilainya belum bisa maksimal menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan. Ia mengaku belum pernah menerima bantuan signifikan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah untuk meningkatkan produksi pertaniannya.

“Lahan yang diolah ini kan belum semua, baru sepertiga dari total lahan yang ada. Hasilnya juga sedikit, sementara kebutuhan pangan tinggi. Kalau untuk perhatian pemerintah desa ada untuk kebutuhan bibit. Terus untuk bantuan pemerintah daerah belum pernah,” jelas Ibrahim.

Sebagai satu-satunya petani di Assilulu yang menggarap lahan hortikultura lebih dari satu hektar, Ibrahim berharap adanya uluran tangan dari Pemerintah Daerah untuk menambah modal produksi. Dengan modal yang lebih besar, ia optimis dapat memperluas lahan garapan dan sekaligus menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

“Luasan lahan sekitar 1 hektar lebih, kalau modal itu modal sendiri ditambah dari Pemerintah Negeri. Karena modal kecil dan tidak besar maka untuk kelola lahan sendiri tidak normal. Artinya modal tidak mendukung untuk kelola lahan sebesar ini,” tegasnya.

Adapun komoditas hortikultura yang ditanam Ibrahim meliputi sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, kacang panjang, timun, cabai, tomat, dan lainnya. Ia berharap Pemerintah Daerah dapat memberikan bantuan berupa fasilitas kebun maupun tambahan modal usaha.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Ketua Saniri Negeri Assilulu, Abdu Layn. Ia mengakui bahwa Pemerintah Negeri telah berupaya membantu Ibrahim Paisuli melalui Dana Desa, namun bantuan tersebut masih terbatas, mengingat adanya prioritas lain dan sektor lain yang juga membutuhkan perhatian Pemerintah Negeri.

“Kita Pemerintah Negeri sudah berupaya maksimal tapi bantuan kami ini terbatas karena ada sektor lain yang perlu mendapat sentuhan pemerintah negeri. Oleh itu, kami berharap pemerintah daerah juga harus membantu petani di sini untuk meningkatkan produksi pangan di Assilulu dan sekitarnya,” harap Abdu.

Kondisi yang dialami Ibrahim Paisuli ini menjadi gambaran tantangan yang dihadapi petani kecil dalam upaya menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal. Perhatian dan dukungan yang lebih besar dari Pemerintah Daerah diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas petani dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan.

Example 120x600
Berita

“Melalui GAPEKA 2026, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan kereta api jarak jauh. Dengan semakin banyaknya pilihan kereta yang berhenti di Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Cikampek, pelanggan memiliki lebih banyak alternatif untuk memulai maupun mengakhiri perjalanan dari stasiun yang lebih dekat,” ujar Franoto dikutip Bekasiguide.com, Jumat 6 November 2026.

Berita

“Seluruh personel dan instansi terkait harus memperkuat koordinasi serta soliditas dalam penanggulangan bencana, tanpa mengedepankan ego sektoral. Saya juga menginstruksikan agar seluruh sarana dan prasarana pendukung, seperti perahu karet dan tenda pengungsian, dipastikan dalam kondisi layak dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.

Berita

“Kami mengajak masyarakat, khususnya pelanggan yang berencana meningkatkan kapasitas listrik di rumah, untuk segera memanfaatkan promo diskon tambah daya 50% ini sebelum berakhir hari ini. Melalui program ini, pelanggan memiliki kesempatan untuk mendapatkan kapasitas listrik yang lebih sesuai dengan kebutuhannya dengan biaya yang lebih ringan. Prosesnya pun mudah melalui PLN Mobile, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan tambah daya dengan lebih praktis,” ujar Firman, Rabu 04 November 2026.

Berita

“Kami mengajak pelanggan untuk membiasakan pembayaran listrik sejak tanggal 1 hingga 20 setiap bulannya. Dengan membayar lebih awal, pelanggan dapat mengatur kebutuhan bulanan dengan lebih baik dan terhindar dari keterlambatan pembayaran. Kebiasaan sederhana ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pelanggan sekaligus mendukung kelancaran pelayanan kelistrikan,” ujar Firman dikutip bekasiguide.com, Selasa 03 November 2026.