Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
MetropolitanPeristiwa

Dinkes Kabupaten Bekasi Minta 146.405 Kepersetaan JKN KIS diaktifkan Kembali

×

Dinkes Kabupaten Bekasi Minta 146.405 Kepersetaan JKN KIS diaktifkan Kembali

Sebarkan artikel ini
Beberapa waktu lalu viral puluhan warga menginap di Mall Pelayan Publik (MPP) Lotte Mart Cikarang Utara. 

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi mengajukan reaktivasi 146.405 peserta BPJS Kesehatan Pekerja Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja (PBPU BP) Pemerintah Kabupaten Bekasi yang sebelumnya dinonaktifkan per 31 Desember 2024 lalu. Permohonan ini diajukan berdasarkan hasil kesepakatan rapat gabungan dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi bersama Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan usai viralnya puluhan warga menginap di Mall Pelayan Publik (MPP) Lotte Mart Cikarang Utara.

Diketahui PBPU BP termasuk dalam Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Identitas Kesehatan (JKN KIS). Puluhan warga itu rela menginap untuk mendapatkan nomor antrian guna mengaktifkan kembali kepersetaan JKN KIS untuk berobat.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, dr. H. Alamsyah menyampaikan bahwa langkah ini merupakan upaya untuk memastikan kelanjutan akses layanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi meminta agar peserta yang dinonaktifkan tersebut segera diaktifkan kembali menjadi peserta BPJS Kesehatan segmen PBPU BP Pemda,” ucap Alamsyah di Cikarang Pusat, Jumat, 10 Januari 2025.

Pengaktifan kembali JKN KIS ini, lanjut Alamsyah diharapkan dapat memberikan solusi bagi masyarakat Kabupaten Bekasi yang bergantung pada layanan BPJS guna mengcover biaya perawatan kesehatan mereka.

“Pemerintah juga mengajak semua pihak terkait untuk mendukung langkah ini demi terciptanya sistem kesehatan yang lebih baik dan merata,” tambahnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Ade Sukron mengungkapkan bahwa reaktivasi kepesertaan harus menjadi prioritas agar warga tetap mendapatkan layanan kesehatan.

“Kesehatan tidak bisa ditunggu. Jangan sampai warga harus menunggu migrasi data terlebih dahulu. BPJS sudah memastikan bisa selesai dalam seminggu,” tandas Ade.

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.