Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

GP Ansor Sumur Batu Dukung Kebijakan Pj Wali Kota Bekasi Batalkan PSEL Bantargebang

×

GP Ansor Sumur Batu Dukung Kebijakan Pj Wali Kota Bekasi Batalkan PSEL Bantargebang

Sebarkan artikel ini
Ketua GP Ansor Sumur Batu, Aa Muhamad Zaenudin. (Poto : Istimewa)

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumur Batu menyambut baik dan mendukung kebijakan PJ Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhammad yang telah membatalkan pemenang tender pembangunan Pengelola Sampah Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa Bantargebang yang prosesnya banyak kejanggalan dan kurang melibatkan masyarakat Bantargebang. Khususnya masyarakat yang ada di Kelurahan lokasi proyek PSEL tersebut yang pada akhirnya diketahui prosesnya tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku (permendagri No. 22 tahun 2020).

GP Ansor Sumur Batu sebagai generasi muda bagian dari masyarakat kelurahan Sumur Batu, kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, mempunyai tanggung jawab moral dan intelektual untuk menyikapi persoalan pengelolaan tempat pembuangan sampah di wilayah Sumur Batu, Bantargebang.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Ketua GP Ansor Sumur Batu, Aa Muhamad Zaenudin mengatakan, sebagaimana kita ketahui di kecamatan Bantargebang terdapat TPST Bantargebang sebagai lokasi pembuangan sampah dari Kota Jakarta dan TPA Kota Bekasi di Sumur Batu sebagai lokasi pembuangan sampah kota Bekasi dengan system landfill.

Tentu sistem tersebut sebenarnya berpotensi tinggi akan pencemaran terhadap lingkungan, meskipun, kata dia, Pemprov Jakarta setiap tahun menggelontorkan dana ratusan milyar Bantuan melalui Pemerintah Kota Bekasi sebagai bentuk kompensasi bagi masyarakat di kecamatan Bantargebang yang terdampak akibat kondisi lingkungan yang abnormal karena tumpukan sampah. Dan, pemerintah Kota Bekasi tidak memberikan dana bantuan ataupun kompensasi kepada warga masyarakat yang terdampak dari TPA Kota Bekasi di Sumur Batu.

“Dana kompensasi dari Jakarta yang diterima masyarakat sebenarnya masih sangat kecil bila dibandingkan kerugian lingkungan, sosiologi, ekonomi dan kesehatan yang dialami oleh masyarakat di sekitar tempat pembuangan sampah. Dimana logikanya kondisi ekonomi di Bantargebang lebih baik dari kecamatan lainnya karena setiap tiga bulan terdapat kucuran dana kompensasi. Namun faktanya tidak demikian, sebab masih banyak masyarakat yang kesulitan dalam mengakses Pendidikan formal dan pekerjaan,” terangnya dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Senin 24 Juni 2024.

Menurutnya, dengan persoalan PSEL yang hendak akan di bangun di Bantargebang sebagai salah satu proyek nasional yang telah dibatalkan pemenang tendernya, sebagai bagian dari warga masyarakat di Bantargebang khususnya Sumur Batu, apabila dikemudian hari dilakukan tender ulang untuk proyek PSEL tersebut, ia berharap proses pembangunannya betul-betul melibatkan pihak masyarakat yang kompeten di Kelurahan lokasi Pembangunan.

“Intinya, kami ingin memastikan proyek tersebut betul-betul jadi solusi bagi persoalan sampah dan proses produksinya, tidak makin memperburuk dampak bagi lingkungan. Dan, Solusi bagi ekonomi dan pengangguran di wilayah pembangunan, Bersih dari praktek-praktek kolusi, korupsi dan nepotisme,” tegas Aa Muhamad Zaenudin.

Lebih lanjut, Aa Muhamad Zaenudin menegaskan dan mendorong serta mendukung pemkot Bekasi agar melakukan audit kerugian keuangan daerah akibat adanya mal administrasi atau dugaan korupsi terhadap proses tender PSEL sebelumnya yang telah dibatalkan.

“Kami mendukung pemkot Bekasi untuk Perbaikan Tata Kelola Sampah di Bantargebang dan upaya bersih-bersih dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme dalam tata kelola sampah serta dana Bantuan dari Jakarta yang menambah kerugian bagi masyarakat yang terdampak tempat pembuangan sampah,” kata dia.

“Dan kami meminta pemkot Bekasi dapat segera membuat solusi konkret bagi permasalahan tata kelola sampah dan dampaknya bagi masyarakat di Bantargebang dengan meningkatkan perekonomian masyarakat, menyelesaikan persoalan pengangguran, meningkatkan akses Pendidikan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan,” tandasnya.

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.