Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Esai

Realitas Politik Indonesia dalam Pandangan Pengguna Media Sosial

×

Realitas Politik Indonesia dalam Pandangan Pengguna Media Sosial

Sebarkan artikel ini
Imam Trikarsohadi (wartawan Senior)

Apa boleh buat, media sosial semakin menunjukkan keperkasaannya di bidang politik. Bukti nyata peran besar media sosial dalam dunia politik terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pengaruh media sosial mampu memantik banyak orang untuk terpanggil dan tersatukan haluan serta geraknya melalui jejaring sosial digital untuk menentukan pilihan politik guna jalan masa depan yang mereka yakini.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Di Indonesia, sebagai salah satu negara yang warga negara menjadi pengguna terbesar media sosial, baik itu pengguna berat dan pengguna ringan, ternyata tidak ada perbedaan mencolok dalam soal politik. Mereka ragu akan masa depan Indonesia yang lebih baik, dan tidak percaya bahwa kasus korupsi akan dapat diselesaikan, bahkan pengguna ringan ternyata lebih negatif dalam memandang realitas politik Indonesia.

Hal itu pertanda bahwa media sosial, ternyata dapat menjadi tumpuan semangat membangun sistem politik, sosial, ekonomi, perdagangan yang mampu menggerakkan rakyat banyak mencari alternatif di tengah perilaku elite politik yang dirasa tidak demokratis. Dalam hal ini adalah para pemimpin negara yang dilihat mementingkan diri atau golongan sendiri dan mengebelakangkan kepentingan rakyatnya.

Dengan jumlah pengguna yang terus meningkat dari tahun ke tahun, maka dapat dikatakan bahwa gerakan massa dengan kontribusi media sosial di dalamnya – seperti yang terjadi di Mesir dan Tunisia, merupakan gerakan massa jenis baru yang tidak bisa dipandang remeh.

Sebab itu, efek media sosial yang begitu kuat terhadap pandangan bahkan juga perilaku seseorang terhadap dinamika politik akan sangat mungkin berkaitan dengan seberapa banyak waktu yang diluangkan oleh orang tersebut untuk terlibat dalam komunikasi di dunia maya.

Sebuah penelitian berjudul “The Role of Internet User Characteristics and Motives in Explaining Three Dimensions of Internet Addiction” yang dilakukan oleh Junghyun Kim danPaul M. Haridakis dari Kent State University menyatakan bahwa seseorang dapat disebut sebagai pengguna berat internat adalah mereka yang menghabiskan waktunya lebih dari 194 menit (kurang lebih 3 jam) dalam sehari untuk mengakses internet.

Lebih lanjut, Kubey dalam Junghyun dan Kim (2009) juga menyebutkan bahwa mereka yang menghabiskan banyak waktunya untuk berinternet (media sosial) akan melibatkan diri mereka pada berbagai aktivitas yang berhubungan dengan internet, termasuk melibatkan emosi dan perasaan mereka.

Dan ternyata, salah satu topik yang banyak diperbincangkan para pengguna sosial di Indonesia adalah tentang situasi politik negara ini. Bahkan, orang-orang yang dalam kesehariannya tidak terlihat senang dengan masalah politik pun akan sangat aktif mengomentari posting-an atau meramaikan “kicauan” politik yang diperbincangkan di media sosial.

Oleh : Imam Trikarsohadi

Example 120x600
Esai

“Affan ngasi tahu, dia sudah selesai setoran terakhir langsung ke guru. Sekarang harus takrir, persiapan dia simakan 30 juz nya,” bunyi WA dari rumah.

Esai

“Bu, saya sudah sampai di tanah suci, nih. Seperti do’a mu dulu. Saya juga masih membawa recehan real yang kamu titipkan ke saya untuk dibelanjakan di sini,” rintih saya ke almarhumah ibu. (alfatehah).

Esai

Banyak yang menganggap kondisi ini dapat memicu Perang Dunia 3. Dampak memanasnya kondisi geopolitik dunia juga berpotensi memberikan imbas buruk ke 14 negara di dunia.

Esai

Hari Jumat memiliki sejarah termat panjang dalam peradaban manusia. Bahkan, pada zaman jahiliah di negeri Arab, mereka juga mengkhususkan hari Jumat. Tapi mereka merayakannya sebagai hari Al-Arubah, hari menebar kasih sayang.