Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Esai

Nak, Kamu Hebat!

×

Nak, Kamu Hebat!

Sebarkan artikel ini
Muhammad Affan (kiri)

SENIN jam masih menunjukkan pukul 21.00WIB, belum begitu malam, ketika telepon dari pesantren anak saya berdering. “Telepon ke rumah aja, ayah lagi rapat qurban,” kata saya ke anak.

Tapi. Ternyata pesan kali ini tak seperti biasanya. Lain. “Affan ngasi tahu, dia sudah selesai setoran terakhir langsung ke guru. Sekarang harus takrir, persiapan dia simakan 30 juz nya,” bunyi WA dari rumah.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Deg. Tak butuh lama air mata kemudian menggenang. Tak ada kata yang bisa kami ucapkan. Ya Allah, alhamdulillah.

Tepat lima tahun lalu kamu si bontotku ini masuk pesantren tahfidz di Babelan. Awal Juni 2019, selepas lulus SD langsung ke pesantreni. Saat ini akhir Mei, kamu mengabarkan pencapaian.

Perjuangan lima tahunmu mencapai puncak. Saat awal masuk, Juz 30 pun kamu tak hafal. Sekarang kok malah sudah hafal 30 juz. Hafal Alqran. Anak seusiamu, biasanya hobi main hape.

Sebelum Ramadhan kemarin, dapat informasi kamu baru selesai setoran juz 27. Setelah Ramadhan dan baru masuk sebulan, eh kamu menyampaikan khabar sudah selesai. Ini berarti kamu ngebut sebulan dapat dua juz, ya nak?

Kami lalu melangitkan doa, agar semua berjalan lancar. Dan pasti, berdoa, agar guru mendapat balasan yang berlipat ganda.

Saat sambangan kemarin, kami memelukmu lebih erat. Menumpahkan airmata. Doa kami, agar diberi kelancaran dan Allah selalu memberi bimbingan dan pertolonganNya.

“Kamu hebat nak. Selamat ya.”

Oleh : Chotim Wibowo (Pimred Bekasiguide.com)

Example 120x600
Esai

Sebab, masa lalu adalah kumpulan pengalaman yang membentuk karakter dan memberikan pelajaran berharga melalui keberhasilan maupun kegagalan.

Esai

Perpisahan ini menandai transisi dari “kawah candradimuka” Ramadhan menuju ujian kehidupan nyata di bulan-bulan berikutnya.

Esai

Beberapa waktu sebelum itu, KPK telah mengamankan Bupati Rejang Lebong (Bengkulu), Muhammad Fikri Thobari, Bupati Pati (Jawa Tengah), Sudewo, Gubernur Riau, Abdul Wahid, Bupati Bekasi, Ade Kuswara, serta Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.

Esai

Padahal, bencana besar seringkali bukan datang dari serangan luar yang kejam, melainkan dari pembusukan di dalam yang kita biarkan karena kita merasa hal itu terlalu “rendah” untuk diperhatikan.

Esai

Karena itu, pertobatan ekologis menjadi semakin relevan mengingat persoalan banjir dan longsor belakangan ini sebagai akibat pengingkaran atau penyangkalan terhadap eksistensi dan signifikansi bumi dan alam. Ini tidak terbatas pada terjadinya bencana alam berupa tanah longsor, banjir, dan mungkin kedepan muncul prahara kekeringan.