Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Peduli Korban Banjir, PLN UP3 Cikarang Buka Dapur Umum

×

Peduli Korban Banjir, PLN UP3 Cikarang Buka Dapur Umum

Sebarkan artikel ini

CIKARANG- PLN UP3 Cikarang membuka posko dan dapur umum untuk masyarakat terdampak banjir. Hal ini guna meringankan beban masyarakat di wilayah Kabupaten Bekasi sejak, Jumat (19/2/2021).

Manajer PLN UP3 Cikarang, Ahmad Syauki mengatakan pembuatan posko peduli banjir dan dapur umum tersebut melibatkan 108 karyawannya termasuk dari seluruh Unit Layanan Pelanggan (ULP) yang didominasi oleh kaum ibu.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Posko dapur umum ini kami dirikan di kantor lama yang sekarang jadi kantor ULP Cikarang Kota di bilangan Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi,” kata Syauki, Minggu (21/2/2021) kepada wartawan.

Karyawan perempuan wilayah PLN UP3 Cikarang saling bahu membahu memasak keperluan makanan siap saji kepada para korban banjir.

Mereka mulai dari pergi belanja ke pasar-pasar untuk membeli berbagai bahan dasar pokok makanan untuk di masak. Selanjutnya, disajikan dalam bingkisan kotak.

“Makanan ini menjadi kebutuhan utama masyarakat. Sementara, pasca banjir, tempat-tempat bahan makanan sementara masih tutup, atau jika harus memasak pun sulit. Oleh karena itu, kami mencoba memenuhi kebutuhan utama tersebut,” imbuhnya.

Syauki melanjutkan, dalam sehari di posko dapur umum tersebut, pihaknya menyiapkan 200 bungkus makanan siap saji khusus diperuntukan bagi korban banjir di wilayah kerjanya.

“Kita siapkan 200 porsi makanan per hari, dan in shaa allah berlanjut terus sampai kondisi benar-benar stabil kita akan rutin memberikan kepada para korban banjir,” kata dia.

“Selain membuat posko dan memberikan makanan siap saji di dapur umum, Kita juga turun langsung door to door ke rumah rumah warga terdampak banjir memberikan paket Sembako gratis,” tandas Syauki. (bams)

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.