Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

PLN UP3 Cikarang Apresiasi Agenda Zoom Meeting dengan Awak Media

×

PLN UP3 Cikarang Apresiasi Agenda Zoom Meeting dengan Awak Media

Sebarkan artikel ini
Image. (ist)

CIKARANG- PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat menggelar Online Meeting bersama Awak Media ONLINE dengan tema “Membahas Skema Perlindungan Lonjakan Listrik, Bersama PLN”, Selasa (16/06/2020).

Beberapa yang mengikuti agenda zoom meeting adalah pewarta yang biasa meliput di Wilayah Jawa Barat. Diantaranya awak media yang biasa meliput di Bekasi Raya (kota dan kabupaten), baik media nasional dan lokal.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Aktivitas yang terpusat di rumah saat Pandemi Covid 19 lalu, dan pemerintah memberlakukan kebijakan Pembatasan Berskala Besar (PSBB) menjadi indikator kuat meningkatnya penggunaan daya listrik. Belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah di rumah membuat besarnya tagihan pelanggan di periode Maret dan April lalu telah menimbulkan problem baru di masyarakat yakni lonjakan tagihan listrik. Banyak pelanggan mengeluhkan dan mempertanyakan kenaikan tagihan listrik tersebut.

Manajer PLN UP3 Cikarang, Ahmad Syauki menyambut positif adanya diskusi virtual antara PLN se Jawa Barat dengan awak media. Menurutnya beberapa informasi penting terkait kebijakan kebijakan PLN dapat di diskusikan secara utuh dan informasinya bisa disampaikan kepada masyarakat luas.

“Kami ingin menggali informasi dari kawan-kawan media apa yang menjadi masukan. Dan kami akan sajikan informasi secara detail agar sampai ke masyarakat melalui kawan-kawan media apa yang menjadi pertanyaan masyarakat terkait naiknya tagihan listrik kemarin,” jelasnya.

Syauki menegaskan,PLN tidak menaikkan tarif listrik. Namun tagihan listrik naik karena ada peningkatan penggunaan daya listrik selama bekerja dari rumah dan PSBB.

“Ini yang perlu dipahami bersama. Jadi kami sampaikan bahwa PLN tidak menaikkan tarif listrik. Soal kenaikan pembayaran tagihan listrik adalah akibat adanya kenaikan pemakaian daya selama bekerja dari rumah,” katanya.

Sementara itu Senior Manajer Niaga dsn Pelayanan Pelanggan UID Jawa Barat, Rino Gumpar Hutasoit menegaskan bahwa PLN UID Jawa Barat dan UP3 yang ada terus memberikan informasi-informasi terkait kebijakan. Adapun adanya kenaikan tagihan listrik itu kata dia dikarenakan adanya besarnya pemakaian listrik di rumah tangga saat Work From Home kemarin.

Adapun kenaikan pemakaian listrik rumah tangga saat periode Maret dan April kemarin di Jawa Barat mengalami kenaikan 13 persen sampai 20 persen.

“Sedangkan pemakaian untuk  industri turun 40 persen, bisnis 20 persen, sosial turun 10 persen dan pemerintahan turun 10 persen,” tukasnya.

Adapun komponen pemakaian listrik terbesar di rumah tangga seperti alat pendingin ruangan yang bisa mencapai angka 40 sampai 60 persen penyumbang besarnya tagihan.

“Sedangkan untuk elektronik dan penerangan (lampu) itu kisaran 15 sampai 20 persen sebagai penyumbang besaran tagihan,” tutupnya. (bams)

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.