Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Esai

Bersepeda, Ikhtiar Terhindar Corona

×

Bersepeda, Ikhtiar Terhindar Corona

Sebarkan artikel ini

Selasa, (2/6), saya menuju Gedung DPR RI dengan bersepeda. Meski sedang reses, saya berangkat ke Senayan karena ada jadwal wawancara dengan TV Parlemen. Mengangkat isu transportasi publik di masa New Normal.

Saya menggowes sepeda dari Pondok Gede, Bekasi sejauh sekitar 21 kilometer. Meskipun masih berlaku Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) namun jalanan sudah sedemikian ramai. Di antara Cawang menuju Tebet, saya bersama rekan pesepeda harus berebut jalan dan menyelinap di antara kendaraan bermotor.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Aktivitas mengayuh sepeda bukan hal asing bagi saya. Berangkat ke DPR dengan menaiki sepeda juga sudah saya lakukan sebelumnya. Saat masih menjadi Wakil Walikota Bekasi, gowes juga kerap saya lakukan. Saya juga banyak teman di komunitas sepeda. Salah satunya Robek (Rombongan Bekasi). Komunitas sepeda lainnya seperti Bukalam, bahkan punya jargon “Satu Sepeda Sejuta Sahabat” dan “Dulur Beda Lembur” (dalam bahasa Sunda yang berarti Saudara Berbeda Kampung).

Di tengah pandemi Corona ini, menurut pendapat saya, bersepeda jadi salah satu alternatif olahraga yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Sebuah ikhtiar untuk terhindar dari Covid-19.

Banyak manfaat bersepeda bagi kesehatan. Di antaranya:

1. Meningkatkan mood dan mengurangi stres.

Ada penelitian di Kanada soal ini. Bersepeda ke tempat kerja adalah cara yang efektif untuk mendapatkan mood terbaik. Karyawan yang bersepeda ternyata memiliki tingkat stres yang lebih rendah dibanding mereka yang naik mobil.

2. Menangkal Diabetes.

Penelitian di University of Southern Denmark menghasilkan kesimpulan, bahwa resiko terkena diabetes lebih rendah pada orang-orang yang rajin bersepeda.

3. Menurunkan Resiko Penyakit Jantung.

Penelitian di Inggris menyimpulkan, olahraga ringan seperti jalan kaki, jogging dan bersepeda bisa memangkas risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Mereka yang rutin bersepeda menuju tempat kerja memiliki risiko penyakit kardiovaskular 11 persen lebih rendah. Bahkan yang hanya sesekali bersepeda, reisiko kematian dini berkurang hingga 8 persen.

Walaupun, sebagai seorang yang bertuhan kita meyakini bahwa masalah ajal ada di tangan Allah SWT. Tetapi ikhtiar untuk sehat tentu harus tetap ditempuh.

Hari ini, bertepatan dengan World Bicycle Day atau Hari Sepeda Dunia. Ketetapan ini diputuskan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam pertemuan rutin Majelis Umum PBB pada 12 April 2018.

“Sepeda adalah sarana transportasi berkelanjutan yang simpel, terjangkau, bisa diandalkan, bersih, dan ramah lingkungan,” tulis PBB, dikutip dari situs resminya un.org.

Sedemikian simpelnya sehingga ada jenis sepeda lipat yang bisa dilipat, bisa masuk transportasi umum dan mulai menjadi lifestyle (gaya hidup) pekerja-pekerja dan anak-anak muda perkotaan.

Ayo bersepeda. Semoga kita terhindar dari segala macam penyakit, di antaranya Corona. Aamiin

Penulis : Ahmad Syaikhu (Anggota DPR RI F-PKS)

Example 120x600
Esai

Hari Jumat memiliki sejarah termat panjang dalam peradaban manusia. Bahkan, pada zaman jahiliah di negeri Arab, mereka juga mengkhususkan hari Jumat. Tapi mereka merayakannya sebagai hari Al-Arubah, hari menebar kasih sayang.

Esai

Oleh : Imam Trikarsohadi Dalam kehidupan kita sehari…