Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Ini kata Organda Terkait Beroperasinya Angkot Tidak Laik Jalan

×

Ini kata Organda Terkait Beroperasinya Angkot Tidak Laik Jalan

Sebarkan artikel ini
Angkot berasap. (poto:Man)

BEKASI- Menyikapi beroperasinya Angkutan Kota (Angkot) yang tidak laik jalan namun tetap beroperasi di jalan-jalan Kota Bekasi, Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Kota Bekasi menyikapi hal ini dengan normatif.

Ketua Organda Kota Bekasi, Ahmad Juhaini mengatakan terkait pengawasan angkot tidak laik jalan merupakan tanggungjawab bersama antara Organda dan Dinas Perhubungan Kota Bekasi.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Angkot yang sangat tidak laik jalan tanggung jawab bersama organda dan Dishub,” ucap pria yang akrab disapa Mat ini kepada Bekasiguide.com pada Rabu (10/07).

Lebih jauh, Mat meminta Dinas Perhubungan Kota Bekasi serta instansi dibawah naungannya untuk melakukan tindakan tegas terhadap angkot yang membahayakan keselamatan penumpang tersebut.

“Harus dikandangin kalau angkot udah gak laik jalan,” pintanya.

Terkait lemahnya pengawasan terhadap angkot tidak tidak laik jalan yang beroperasi, Ahmad beralibi bahwa pengawasan terhadap angkot tersebut sudah sering dilakukan.

“Kita pengawasan udah ada komit kalau angkot yg sudah sangat tidak laik jalan kandangin,”bebernya.

Saat disinggung berapa jumlah angkot yang beroperasi di bawah naungan Organda, pria yang belum genap setahun memimpin Organda Kota Bekasi ini tidak menjawab. Malahan ia mengenalkan program angkot online.

“Sebab yg di bawa orang dan kalau kita siap bersaing dengan perkembangan jaman siap layak buat penumpang sekarang kita lagi ada program angkot online,”tandasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa, siang hari ini jalan sekitaran jalan Cut Meutia dipenuhi kebulan asap dari salah satu angkot yang beroperasi. Angkot tersebut pun beroperasi tanpa ada plat nomor dibagian belakang yang merupakan kewajiban semua angkutan kendaraan harus memasang plat nomor kendaraan. (MAN)

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.