Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Ekbis

Bermitra dengan AGTL NY NANI S “Rajanya Nasi Bok” Tak Harus Bermodal Besar

×

Bermitra dengan AGTL NY NANI S “Rajanya Nasi Bok” Tak Harus Bermodal Besar

Sebarkan artikel ini
AGTL NY NANI S "Rajanya Nasi Bok". (poto:ist)

BEKASI- Kurang lebih 30 tahun sudah rumah makan Ny. Nani.S dengan menu andalan Ayam Goreng Tulang Lunak menyapa penggemarnya. Sejak berdiri di awal tahun 90 an silam, rumah makan yang berpusat di Jalan Raya H. Ten No. 7A Rawasari, Jakarta Timur ini, masih tetap eksis dan mampu bersaing dengan rumah makan rumah makan siap saji masa kini.

Ibu Nani Sugiono, pemilik rumah makan Ny. Nani.S mengawali perbincangan, jika kita makan ayam goreng atau ayam bakar, tulangnya pasti kita buang kan? Nah, stigma tulang dibuang, kini sudah bisa dihilangkan dari pikiran kita. Lantaran, Ibu Nani Sugiono dengan resep pribadinya mampu mengubahnya, dan ayam goreng/ayam bakar bikinannya benar benar bisa dimakan sampai ke tulang tulangnya.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Bukan hanya tulang tipisnya aja, bahkan tulang besarnya juga bisa dimakan,” terang Ibu Nani S kepada awak media di Bekasi, Senin (26/11).

“Nah, kalau tulangnya aja udah empuk banget, apalagi dagingnya kan ya??? Bisa di istilahkan, kakek nenek juga bisa makan tanpa perlu cape ngunyah,” imbuhnya.

Sementara itu, Nurcahyo selaku pengelola rumah makan Ny. Nani.S yang sudah sangat berpengalaman bertahun tahun menambahkan, dalam mengolah ayam agar tulangnya menjadi lunak dan bisa dimakan, pihaknya tidak menggunakan presto. “Oya kita nggak pakai presto. Kita dulu waktu uji coba sih pernah coba pakai presto hasilnya, dagingnya jadi hancur. Akhirnya setelah eksperimen 5 tahun dan menghabiskan puluhan ayam, ketemulah formula tulang lunak tanpa presto,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Cahyo melanjutkan, selain tidak menggunakan presto, ia menjamin olahan ayamnya juga tidak menggunakan bahan kimia. Namun dirinya enggan membeberkan lebih jauh yang merupakan resep pribadi keluarga.

“Untuk melunakkan tulang ayam ini, kita menggunakan racikan dari rempah rempah Indonesia. Makanya, kalau anda makan, bumbunya itu merasuk banget. Ya itu rahasia. Salah satu rempah tersebut adalah sereh. Sereh ini memiliki kemampuan nggak cuma menghilangkan amis tapi juga melunakkan. Dan tentunya selain sereh kita gunakan rempah lainnya yang turut mendukung proses pelunakan tulang,” terang dia.

Cahyo bercerita, awalnya ketika coba coba resep dan harus membuang puluhan ayam bertahun tahun, kondisi ekonomi keluarga Sugiono belumlah seperti saat ini yang dalam sehari mampu menjual ribuan potong ayam bakar maupun goreng.

Saat itu, Bapak Sugiono hanyalah supir taxi dan harus menghidupi keluarga serta 7 keluarga adik adiknya. Keinginan mengubah nasib dan pemikiran yang jauh ke depanlah yang memicunya untuk terus kreatif dalam menyajikan menu yang unik, lezat dan memasyarakat dengan harga terjangkau.

Warungnya pun, kata Cahyo, dulunya tak permanen, melainkan kaki lima di depan masjid Salman Al Farisi kantor Bulog di jalan Raya H. Ten. Lalu, setelah ada rejeki, mulai mengontrak dan akhirnya tak hanya mampu membeli tanah untuk warung, bahkan beberapa petak tanah sekaligus.

“Mulai dari tanah untuk rumah tinggal, tanah untuk beternak ayam sendiri hingga beberapa rumah lagi untuk saudaranya membuka usaha percetakan yang dimanfaatkan untuk mencetak sendiri dus delivery. Intinya, pengembangan usaha berbasis keluarga, sehingga uang tak kemana mana, inilah yang semakin mengibarkan bendera AGTL atau Ayam Goreng Tulang Lunak Ny Nani S,” urainya.

Lebih lanjut, Cahyo mengatakan, menjelang tahun 1997, kegigihan keluarga Sugiono ini akhirnya dilirik oleh sejumlah media sebagai berita inspiratif. “Hampir seluruh stasiun televisi lokal maupun nasional, majalah, tabloid dan koran sudah pernah meliput usaha kami. Berita peliputan kami dokumentasikan dengan rapi,” jelas dia.

Mampu menyediakan pesanan 6000 bok dalam sehari

Kelebihan dari AGTL yang menjadi tolak ukur bagi media dalam melakukan peliputan. Meski bukan sebuah resto berukuran besar dengan dapur yang super lebar, AGTL sanggup menyediakan 6000 bok makanan dalam sehari. “Selama ini pesanan tak pernah mendapat komplain,” terang Cahyo.

Pelanggan setia AGTL diantaranya Astra Daihatsu Sunter, BUMN, Rumah Sakit Islam, B-POM, Adira Finance, JICT Tanjung Priok, DPR dan masih banyak lagi. Bahkan AGTL juga pernah menjadi pemasok makanan di salah satu Kongres Partai politik.

Membuka Peluang Kemitraan Di Bekasi

Rumah makan AGTL Ny. Nani. S saat ini memiliki program terbaru paket usaha kemitraan segmen ke take away (bawa pulang) yang akan dikembangkan di wilayah Kota Bekasi. Di era sekarang ini konsumen lebih memilih yang praktis dan siap saji sehingga menjadi alasan meluncurkan program tersebut.

Paket usaha kemitraan yang dimaksdud bisa mencakup semua kalangan, dari kalangan bawah (kemitraan skala kecil ) sampai kalangan atas untuk di wilayah Kota Bekasi. Kemitraan skala kecil mulai dari boot semi container dan mini resto. Design tempat juga menjadi salah satu yang diberikan dalam paket tersebut diatas.

Dengan nilai investasi tidak sampai ratusan juta seperti usaha usaha lainnya dengan bermitra konsep bagi hasil dan dikelola langsung oleh AGTL pusat dengan konsep syirkah mudharobah atau bagi hasil, pemilik lokasi tidak perlu susah payah ikut mengelola, tetapi akan langsung di kelola oleh AGTL pusat dengan manajemen transparansi dan keterbukaan karena dalam bagi hasil atau syirkah tidak boleh ada yang ditutup tutupi dalam laporan rugi labanya.

Alamat Wisata Kuliner Ayam Goreng Tulang Lunak Ny. Nani. S
I. Jl. Raya H. Ten No. 7A Jakarta Timur No. Telp (021) 475.2128 / (021) 472.2565 / 0813.9079.6246
II. Jl. Raya Pondok Kelapa Blok G1 No. 9A Kalimalang Jakarta Timur Telp (021) 8690.1028 / 0813.9887.5220
III. Jl. Jatiwaringin Raya No. 28B Pondok Gede Jakarta Timur Telp (021) 8497.2233 /0813.1409.1715

Example 120x600
Ekbis

”Kami sangat mengapresiasi langkah sinergi ini, proses lanjutan dari salah satu produk olahan sampah menjadi biomassa ini tentunya akan memiliki peran ganda yang tidak hanya menangani problematika sampah tapi juga mampu menurunkan emisi di dua sisi, yaitu dari tumpukan sampah dan dari pengurangan porsi batu bara di PLTU,” ujar Iwan Agung, dikutip bekasiguide.com pada Rabu, 10 Juli 2024.

Ekbis

“Saat pemberian materi pembelajaran, tentu sudah kami sesuaikan mengikuti kemampuan dari anak-anak usia dini. Apalagi saat sesi pembelajaran, mereka sangat aktif dan antusias sekali meski kegiatannya kami lakukan secara indoor dan outdoor,” ucap Donna pada Rabu, 03 Juli 2024.