Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Politik

Kader Hanura Kota Bekasi Tuding Winoto ‘Penumpang Gelap’

×

Kader Hanura Kota Bekasi Tuding Winoto ‘Penumpang Gelap’

Sebarkan artikel ini
Bendera Hanura. (Ilustrasi)

BEKASI- Kader Hanura Kota Bekasi menuding Winoto sebagai ‘penumpang gelap’ di tengah konflik dua kubu yang terjadi di level pusat. Demikian disampaikan Ketua Bapilu DPC Hanura Kota Bekasi, Wembri, dalam siaran persnya kepada media, Jumat (26/01).

Menurutnya, Winoto telah menunggangi situasi gaduh yang terjadi di Hanura dengan memaksakan di gelarnya Musyawarah Cabang Luar Biasa (Muscablub) Hanura Kota Bekasi di kantor DPD Hanura Jawa Barat, belum lama ini.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Padahal, kata Wembri, partai di level pusat sudah memberikan intruksi tegas untuk menghentikan Muscablub di tingkat kota dan kabupaten dan juga Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di level Provinsi.

“Sesuai intruksi DPP jelas dan tegas sekali bahwa stop itu yang namanya Muscablub atau Musdalub. Karena Hanura sepakat menempuh jalur islah, dengan tujuan membesarkan partai. Tapi Winoto justru memanfaatkan dinamika yang ada untuk kepentingan pribadinya menjadi ketua DPC Hanura,” kata Wembri.

Artinya, kata dia, Winoto dengan terang benderang mengabaikan kepentingan partai. Atau, dengan kata lain, ia telah melawan kebijakan partai. “Jadi di sini sebenarnya telah terlihat mana orang yang ingin membesarkan partai, dan orang yang hanya ingin memaksakan ambisi pribadinya dengan menunggangi partai,” kecam dia.

Dengan tindakannya tersebut, Wembri meminta agar partai mengambil langkah tegas terhadap oknum-oknum seperti Winoto. “Oknum-oknum seperti Winoto inilah yang harus dihilangkan dari partai kalau partai ingin besar,” katanya.

Wembri sendiri sebagai pengurus Hanura Kota Bekasi memberikan gambaran, bahwa Hanura Kota Bekasi dalam kondisi baik-baik saja secara organisasi di bawah kepemipinan Syaherallayali. Apalagi jika bicara kepentingan partai secara luas, yakni Pemilu 2019.

“Kami Hanura Kota Bekasi di bawah Syaherallayali solid dan dan siap menghadapi hajat besar di tahun 2019. Jika bicara verifikasi partai sebagai syarat untuk mengikuti Pemilu, kami pun sudah rapi. Jangan sampai kerja partai yang sudah bagus di rusak oleh oknum seperti Winoto,” kata dia.

Terakhir, Wembri menyinggung soal klaim Winoto sebagai Ketua DPC Hanura Kota Bekasi hasil Muscablub baru-baru ini. Bagi Wembri, hal itu cuma dagelan saja yang di buat Winoto dan kroninya.

“Jelas intruksi DPP hentikan Muscablub dan Musdalub. Artinya yang dilakukan Winoto itu dagelan. Dan saya beserta kader serta pengurus Hanura tidak akan mengindahkan itu. Kami hanya fatsun atau taat keputusan DPP,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto telah mempertemukan dua Ketua Umum Hanura yang berseberangan, yakni Oesman Sapta Odang (OSO) dan Daryatmo, di Hotel Ritz Charlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (23/01) kemarin.

Usai pertemuan, Wiranto mengatakan, konflik di Hanura sudah selesai pascapertemuan antara dirinya, OSO, dan Daryatmo. “Sudah, sudah selesai. Tidak ada lagi, tidak ada lagi (kubu-kubuan di Hanura),” ujarnya. (BK)

Example 120x600
Politik

“Sebagai contoh, keberhasilan Kusnanto mampu merubah wajah RSUD Kota Bekasi menjadi lebih baik dari sebelumnya. Khususnya dalam lingkup inovasi, seperti Inovasi RSUD CAM yang meraih penghargaan dalam ajang Innovation Week, yakni Sistem Berobat Jalan Online, dan Program Siap Antar Obat yang memiliki dampak positif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” beber Yanuar dikutip bekasiguide.com, Jumat 05 April 2024.