Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali bagi para atlet. Kompetisi olahraga tingkat provinsi tersebut juga menjadi momentum penjaringan atlet potensial untuk memperkuat kontingen Jawa Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, atlet-atlet yang tampil dalam Porprov merupakan hasil seleksi terbaik dari masing-masing daerah. Hasil pertandingan nantinya menjadi salah satu tolok ukur untuk melihat potensi atlet yang dapat dipersiapkan menuju kompetisi tingkat nasional hingga internasional.
Menurut Tri, Porprov bukanlah puncak pencapaian prestasi seorang atlet. Justru, ajang tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan dan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan atlet agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Porprov bukanlah titik puncak prestasi. Justru momentum ini menjadi bagian dari proses pembinaan yang dilakukan oleh seluruh wali kota, bupati, kepala daerah di Jawa Barat, serta ketua-ketua organisasi olahraga,” ujar Tri dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 7 November 2026.
Ia menjelaskan, proses penjaringan atlet dilakukan melalui tahapan praseleksi. Atlet yang berhasil lolos dan bertanding di Porprov merupakan mereka yang telah melewati proses seleksi di daerah masing-masing.
Selanjutnya, atlet-atlet potensial tersebut akan mendapatkan peningkatan kemampuan melalui pembinaan agar siap memperkuat Jawa Barat dalam kompetisi olahraga nasional.
“Atlet-atlet yang bertanding di Porprov merupakan atlet terbaik yang sudah melalui proses seleksi. Selanjutnya, mereka akan terus ditingkatkan kemampuannya agar bisa bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Tri menambahkan, pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan. Bahkan, sejumlah cabang olahraga telah memulai proses pembinaan sejak usia dini, yakni sekitar 9 hingga 11 tahun, sebelum atlet memasuki kategori senior.
Menurutnya, upaya mencetak atlet berprestasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dukungan orang tua, klub olahraga, serta seluruh pemangku kepentingan juga diperlukan untuk memastikan proses pembinaan berjalan optimal.
Pemerintah daerah, lanjut Tri, memiliki tanggung jawab menyediakan sarana dan prasarana serta memenuhi kebutuhan atlet dalam menjalani proses latihan dan pertandingan.
“Ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang. Karena itu, seluruh pihak harus terlibat, mulai dari orang tua, pemerintah, hingga klub-klub olahraga,” jelasnya.
Ia berharap melalui Porprov XV Jawa Barat dapat lahir atlet-atlet berkualitas yang mampu membawa nama Jawa Barat bersaing di tingkat nasional.
Terlebih, Jawa Barat memiliki ambisi mempertahankan tradisi prestasi olahraga setelah tiga kali berturut-turut meraih gelar juara umum. Tri berharap pembinaan yang dilakukan saat ini dapat mendukung target Jawa Barat untuk kembali menjadi yang terbaik pada ajang olahraga nasional mendatang.








