Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi menyiapkan dukungan bagi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang selama ini menjadi ujung tombak dalam membantu warga, terutama dalam penanganan masalah sosial dan akses layanan kesehatan.
Sekretaris Dinsos Kota Bekasi Fikri Firdaus mengatakan, PSM berperan membantu warga memperoleh BPJS, mengakses layanan rumah sakit hingga mempercepat proses penanganan warga yang membutuhkan bantuan.
“PSM ini salah satu mitra Dinas Sosial. Mereka bekerja secara sukarela, digaji dan tidak digaji pun memang bekerja,” kata Fikri dikutip bekasiguide.com usai mendampingi para PSM audiensi dengan Faisal selaku Koordinator Komisi IV sekaligus pimpinan DPRD Kota Bekasi pada Senin 07 September 2026.
Menurutnya, PSM merupakan relawan Dinsos yang bekerja sesuai ketentuan Kementerian Sosial. Selain PSM, terdapat sejumlah unsur sosial yang berada di bawah Dinsos, di antaranya Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Karang Taruna.
Untuk mendukung aktivitas PSM, Dinsos memberikan tali asih sekitar Rp500 ribu per bulan pada 2026. Namun, pemberian tersebut belum diterima seluruh PSM secara rutin.
“Untuk tahun 2026 mereka memang mendapatkan tali asih kurang lebih sekitar Rp500 ribu per bulan. Tetapi tidak semua mendapatkan, kadang-kadang dapat, kadang enggak,” ujarnya.
Fikri menyebut kebutuhan utama PSM di 56 kelurahan bukan sekadar insentif, melainkan dukungan transportasi untuk menunjang mobilitas mereka saat menangani warga.
Dinsos pun merencanakan pemberian kendaraan operasional secara bertahap bagi PSM di tingkat kelurahan.
“Rencana, insyaallah mudah-mudahan di tahun 2026 ada kendaraan operasional yang diberikan,” kata Fikri.
Menurutnya, kendaraan tersebut penting karena PSM kerap menjadi pihak pertama yang dihubungi warga ketika membutuhkan pertolongan, termasuk saat ada warga sakit pada malam hari.
“Bagi Dinas Sosial, PSM ini krusial sebagai ujung tombak di depan. Kita akan mencoba berkoordinasi terkait rujukan, penanganan dan jaminan,” katanya.
Selain dukungan operasional, Dinsos memberikan pelatihan kepada PSM dan mendorong keterlibatan mereka dalam pengembangan Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Keterlibatan PSM diharapkan membantu pengelolaan dan pelaporan usaha agar berjalan lebih baik.
Fikri mencontohkan KUBE di Bekasi Utara yang sempat berhenti beroperasi. Setelah melibatkan dua orang PSM, usaha laundry tersebut kembali berjalan dan mampu menghasilkan sekitar Rp7,5 juta per bulan.
Dinsos juga menjalankan program tali kasih bagi 238 PSM dengan alokasi Rp500 ribu per orang setiap bulan. Namun, Fikri mengatakan para relawan lebih banyak mengusulkan dukungan transportasi karena mobilitas mereka cukup tinggi.
“Mereka tidak terlalu mengharapkan tali kasih itu, tapi bagaimana transportasi. Setidaknya kalau motor, Rp15 ribu bisa satu minggu, daripada naik ojek pulang-pergi ke Dinsos,” kata Fikri.








