Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Bekasi, Senin 15 Juni 2026.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan 13 tuntutan yang menyoroti berbagai persoalan di Kota Bekasi, mulai dari pengangguran, kemiskinan, hingga pengelolaan Bantargebang.
Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi, Ahmad Dani, mengatakan kondisi Kota Bekasi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah dan DPRD.
“Kota Bekasi saat ini sedang mengalami krisis. Apabila tidak ditangani secara serius, saya pastikan Kota Bekasi akan mengalami kehancuran,” kata Dani dikutip Bekasiguide.com, Senin 15 Juni 2026.
Salah satu isu yang disoroti mahasiswa adalah tingginya angka pengangguran di Kota Bekasi. Mereka meminta pemerintah daerah dan DPRD lebih serius membuka akses lapangan kerja bagi masyarakat, khususnya para lulusan baru yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyinggung persoalan Bantargebang yang hingga kini dinilai belum mendapatkan solusi yang jelas.
“Yang paling krusial adalah angka kemiskinan, pengangguran, dan persoalan Bantargebang yang semakin lama belum terselesaikan,” ujarnya.
Ia menegaskan aksi akan terus dilakukan apabila tuntutan mahasiswa tidak mendapat respons dari para wakil rakyat. Bahkan, pihaknya berencana menggelar aksi lanjutan di DPRD maupun Pemerintah Kota Bekasi.
“Kami berharap anggota DPRD benar-benar menjadi wakil rakyat, mendengar aspirasi masyarakat, dan tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi,” tutupnya.








