Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Imbauan ini disampaikan menyusul kejadian banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi akibat curah hujan ekstrem beberapa waktu lalu.
Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Pelaksana BPBD Kota Bekasi, Wiratama Puspita, mengatakan curah hujan yang tinggi dapat memicu kenaikan debit air di kawasan permukiman, terutama di wilayah yang berada di sekitar aliran sungai.
“Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan genangan dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari sekitar 10 sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa titik,” ujar Wiratama dalam keterangannya dikutip bekasiguide.com, Rabu 11 Maret 2026.
BPBD sebelumnya mencatat sedikitnya tujuh wilayah di Kota Bekasi pernah terdampak genangan banjir akibat hujan lebat yang berlangsung semalaman. Lokasi tersebut di antaranya berada di Kelurahan Kali Baru, Perumahan Jatibening Permai, Kampung Lebak, Perumahan Alamanda Indah, Komplek Dosen IKIP, Perumahan Pejuang Jaya, serta Kampung Lengkak.
Menurutnya, kondisi genangan di wilayah tersebut sempat berangsur surut setelah dilakukan pemantauan dan pompanisasi oleh petugas di lapangan.
Meski demikian, BPBD mengingatkan potensi banjir masih dapat terjadi apabila curah hujan tinggi kembali mengguyur wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya.
BPBD juga mengimbau warga yang tinggal di daerah aliran sungai maupun wilayah rawan genangan untuk terus memantau kondisi lingkungan dan meningkatkan kesiapsiagaan.
“Masyarakat diharapkan proaktif memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BPBD Kota Bekasi. Jika membutuhkan bantuan atau evakuasi darurat, warga dapat menghubungi layanan Call Center 112,” pungkasnya.








