Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Qudwah Indonesia Lepas Bantuan Kemanusiaan ke Tiga Provinsi, Fokus Pemulihan Akses Air Bersih

×

Qudwah Indonesia Lepas Bantuan Kemanusiaan ke Tiga Provinsi, Fokus Pemulihan Akses Air Bersih

Sebarkan artikel ini

Lembaga kemanusiaan Qudwah Indonesia secara resmi melepas bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Pelepasan bantuan dilakukan secara simbolis dan mendapat dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Presiden Direktur Qudwah Indonesia, Lukman Hakim, mengatakan bahwa pengiriman bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program kemanusiaan yang telah berjalan hampir satu bulan terakhir.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Menurut dia, bantuan yang dilepas kali ini bukanlah bantuan perdana, melainkan kelanjutan dari distribusi yang telah dilakukan langsung ke sejumlah wilayah terdampak.

“Selama hampir satu bulan terakhir kami telah menjalankan program bantuan di tiga provinsi. Hari ini merupakan pengiriman bantuan dalam bentuk barang yang dihimpun dari masyarakat dan harus segera kami distribusikan kepada para penyintas,” ujar Lukman di plaza Pemkot Bekasi kepada wartawan termasuk bekasiguide.com, Senin 05 Januari 2026.

Ia menjelaskan, bantuan yang dikirimkan meliputi genset, pompa air, popok bayi, sembako, serta berbagai kebutuhan ibu dan anak. Seluruh bantuan tersebut merupakan amanah masyarakat yang tidak dapat dialihkan dan harus disalurkan sesuai peruntukannya.

Hingga saat ini, Qudwah Indonesia telah menghimpun bantuan dengan nilai lebih dari setengah miliar rupiah. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen dialokasikan untuk kebutuhan tanggap darurat, sementara 40 persen difokuskan pada program pemulihan pascabencana.

Pada tahap selanjutnya, Qudwah Indonesia akan memprioritaskan program pemulihan akses air bersih. Lukman menyebutkan, krisis air bersih menjadi persoalan mendesak di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor akibat rusaknya sumber air dan tercemarnya lingkungan.

“Kami sedang melakukan asesmen untuk program recovery air, termasuk pengeboran sumur dan instalasi jaringan air bersih. Air merupakan kebutuhan dasar agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” katanya.

Bantuan tersebut akan disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Kecamatan Malalak dan Kabupaten Agam di Sumatera Barat, Tapanuli Selatan di Sumatera Utara, serta Aceh Tamiang dan daerah lainnya di Provinsi Aceh.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengapresiasi langkah Qudwah Indonesia yang dinilai konsisten dalam kerja-kerja kemanusiaan, khususnya pada fase pemulihan pascabencana yang kerap luput dari perhatian publik.

Menurut Tri, kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.

“Ini merupakan bentuk kepedulian bersama untuk meringankan beban masyarakat terdampak. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri, sehingga dukungan lembaga kemanusiaan sangat dibutuhkan, terutama dalam fase recovery,” ujar Tri.

Example 120x600
Berita

“Selama bulan September ini, sekurang-kurangnya KSPI di tingkat nasional tidak merencanakan aksi. Tetapi di beberapa daerah kemungkinan tetap ada penyampaian aspirasi terkait Upah Minimum 2027 dan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan,” ujar Said dikutip Bekasiguide.com, Jumat 11 September 2026.

Berita

“Melalui Light Up The Dream, kami ingin listrik tidak hanya hadir sebagai layanan, tetapi juga membawa manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Kami berharap sambungan listrik mandiri ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi Ibu Tarmi beserta keluarga, sekaligus memudahkan berbagai aktivitas sehari-hari di rumah. Semoga hadirnya listrik ini dapat menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kualitas kehidupan keluarga,” ujar Firman dikutip bekasiguide.com, Jumat 11 September 2026.

Berita

“Harapan kita ini kemudian bisa mencairkan hal-hal yang saat ini memang sedang diperjuangkan oleh teman-teman buruh dalam revisi Undang-Undang Cipta Kerja yang harus diketuk pada tanggal 30 Oktober nanti harus sudah tuntas,” kata Sigit dikutip Bekasiguide.com, Jumat 11 September 2026.