Atlet judo Kota Bekasi, Laily Ramawati Ramadhani, berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Prestasi tersebut menjadi pencapaian istimewa bagi Laily karena merupakan medali emas pertamanya di ajang tingkat Provinsi Jawa Barat.
Laily yang berusia 24 tahun turun di kelas 48 kilogram kategori bebas putri. Keberhasilan itu diraih setelah menjalani persiapan panjang sejak 2025, termasuk menurunkan berat badan dari 62 kilogram demi memenuhi target kelas pertandingan.
“Pertama, saya bersyukur kepada Tuhan karena masih diberi kesempatan. Setelah itu, ini menjadi pengalaman baru bagi saya,” ujar Laily dikutip bekasiguide.com, Rabu 04 November 2026.
Meski bukan kali pertama meraih medali emas, pencapaian di Porprov XV Jabar memiliki arti tersendiri. Sebelumnya, Laily pernah meraih emas di ajang seleksi daerah (Selekda) dan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov). Namun, medali emas Porprov menjadi pencapaian penting dalam perjalanan kariernya di Jawa Barat.
Perjuangan menuju podium tertinggi tidak diraih secara instan. Laily mengaku telah mempersiapkan diri sejak 2025 dengan menjalani proses penurunan berat badan lebih dari 14 kilogram.
“Persiapannya mulai 2025. Berat badan saya sebelumnya 62 kilogram, kemudian turun lebih dari 14 kilogram. Jadi, persiapannya hampir setahun, bahkan lebih,” ungkapnya.
Di luar aktivitas sebagai atlet, Laily juga menjalani kesibukan sebagai mahasiswa sekaligus pekerja. Ia terbiasa membagi waktu antara pendidikan, pekerjaan, dan latihan agar tetap bisa menjalankan setiap tanggung jawabnya.
Dalam kesehariannya, Laily menjalani kuliah pada pagi hari, bekerja pada siang hari, kemudian berlatih pada sore hari. Namun, demi memusatkan perhatian pada Porprov, ia memilih menangguhkan aktivitas perkuliahan selama tiga bulan.
“Sudah biasa membagi waktu. Pagi kuliah, siangnya kerja, lalu sore latihan. Untuk fokus ke Porprov, kuliah saya liburkan dulu selama tiga bulan,” tuturnya.
Medali emas Porprov XV Jabar menjadi buah dari persiapan panjang dan pengorbanan Laily dalam membagi waktu antara pendidikan, pekerjaan, serta olahraga. Capaian tersebut sekaligus menambah catatan prestasinya sebagai atlet judo Kota Bekasi di tingkat provinsi.








