Sungai Cileungsi kembali menghitam pada Minggu (18/10/2026) setelah sempat membaik selama sebulan. Kondisi tersebut terpantau di kawasan Bumi Mutiara, Bojongkulur, Kabupaten Bogor, disertai bau tak sedap dan ikan yang mulai menggelepar di pinggir sungai.
Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), Puarman, menyaksikan langsung kondisi tersebut. Ia kemudian menelusuri aliran sungai ke arah hulu dan menemukan air berwarna hitam serta berbau di sekitar Jembatan Cikuda, Wanaherang.
“Setelah membaik selama sebulan, Sungai Cileungsi kembali menghitam. Di Bumi Mutiara, ikan mulai mabok menggelepar di pinggir sungai,” ujar Puarman dalam keterangannya dikutip bekasiguide.com, Minggu 18 Oktober 2026.
Temuan serupa di Jembatan Cikuda memunculkan dugaan sumber pencemaran berasal dari kawasan di sekitar jembatan tersebut. Puarman juga menyoroti perubahan kondisi sungai yang terjadi dalam waktu singkat.
“Sabtu kemarin kondisi sungai masih terlihat baik, tetapi hari ini menghitam disertai peningkatan debit. Padahal, sudah empat hari tidak ada hujan,” katanya.
Kondisi tersebut turut memunculkan dugaan adanya pembuangan limbah industri saat hari libur. Namun, dugaan itu masih memerlukan penelusuran dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sumber pencemaran.
“Patut diduga sumbernya dari area di atas Jembatan Cikuda. Kemungkinan ada industri yang membuang stok limbah di hari libur,” tandasnya.








