Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Peristiwa

Siswa SMP Diduga Jadi Korban Bullying Berulang di Boarding School Bekasi, Orang Tua: Matanya Cedera

×

Siswa SMP Diduga Jadi Korban Bullying Berulang di Boarding School Bekasi, Orang Tua: Matanya Cedera

Sebarkan artikel ini

Seorang siswa SMP berinisial KAAZ (12) diduga menjadi korban bullying berulang di sebuah boarding school di Kota Bekasi. Dugaan tersebut disampaikan orang tua korban, Heni Ira (44).

Heni mengatakan, anaknya sudah beberapa kali mengalami lebam sejak tinggal di asrama pada akhir Juni 2026. Namun, kejadian kembali terjadi pada Kamis 17 September 2026 sekitar pukul 06.00 WIB hingga menyebabkan mata anaknya mengalami cedera.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Menurut Heni, saat hendak berangkat sekolah, anaknya sempat ditarik bajunya oleh seorang siswa. KAAZ kemudian berlari ke kamar, tetapi siswa tersebut menyusul dan terjadi pemukulan.

“Matanya langsung merah. Dadanya sempat merah dan memar, kepalanya benjol,” kata Heni dikutip Bekasiguide.com, Senin 28 September 2026.

Meski mengalami cedera, KAAZ disebut tetap mengikuti ujian. Beberapa hari kemudian, Heni membawa anaknya ke JEC Kedoya untuk diperiksa.

“Dokter menjelaskan pembuluh darah matanya pecah di dalam dan di bagian depan mata. Tapi kata dokter bisa diobati,” ujarnya.

Heni mengaku sebelumnya telah beberapa kali menanyakan kondisi anaknya yang kerap mengalami lebam kepada pihak asrama. Namun, menurut dia, kejadian serupa kembali terjadi.

Setelah kejadian 17 September, Heni meminta mediasi dengan pihak sekolah dan orang tua siswa yang disebut terlibat. Namun, menurut Heni, tidak ada titik temu sehingga ia memilih menempuh jalur hukum dan melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Kini, KAAZ telah dipulangkan dari asrama. Heni mengatakan anaknya mengalami ketakutan dan khawatir kembali menjadi korban bullying di sekolah lain.

“Dia sampai bertanya, ‘Mami, nanti di sekolah lain ada bully-bully lagi tidak?’” kata Heni.

Heni berharap proses hukum berjalan dan anaknya mendapatkan keadilan. Sementara itu, pihak boarding school dan keluarga siswa yang disebut terlibat masih perlu dimintai keterangan untuk keberimbangan informasi.

 

Example 120x600
Peristiwa

“Kami telah meminta keterangan para pihak dan menelusuri informasi yang diperoleh. Setiap fakta kami periksa secara objektif, termasuk pengakuan yang bersangkutan mengenai bagaimana kucing itu terlepas, sehingga penanganannya didasarkan pada keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Verdika dikutip Bekasiguide.com, Sabtu 17 Oktober 2026.

Peristiwa

“Tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan membagi personel menjadi tiga SRU. SRU pertama menggunakan perahu karet dan SRU kedua menggunakan perahu rafting, masing-masing melakukan penyisiran sejauh 200 meter dari lokasi kejadian. Sementara itu, SRU ketiga melakukan pencarian secara visual melalui jalur darat dengan area penyisiran hingga satu kilometer dari titik lokasi kejadian,” ujar Bobby dikutip Bekasiguide.com, Jumat 16 Oktober 2026.

Peristiwa

“Dalam kejadian tersebut, AZ diduga menodongkan pistol jenis airgun kepada korban sambil berkata, “Serahin handphonenya.”pelaku kemudian melepaskan satu kali tembakan ke arah atas sebelum meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Korban sempat mengejar para pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.

Peristiwa

“PUSPAGA Kota Bekasi memiliki komitmen yang kuat dalam perlindungan korban dan saksi. Kami sebenarnya sudah menyiapkan skema pencegahan dini, baik terkait kebutuhan psikologis maupun perlindungan hukum,” kata Resa dikutip Bekasiguide.com, Kamis 15 Oktober 2026.