Sekitar 50 ribu buruh dari sejumlah wilayah bergerak menuju Jakarta untuk menyampaikan aspirasi terkait perlindungan tenaga kerja, Kamis 24 September 2026.
Ketua DPC SPSI Bekasi Muhamad Yusuf mengatakan, massa buruh tersebut berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Bekasi, Tangerang, dan Jawa Barat.
Menurut Yusuf, keberangkatan massa tersebut dilakukan untuk mengawal delegasi perwakilan dari BP Advokerja yang akan menyerahkan petisi gabungan kepada pemerintah.
“Tujuannya adalah untuk mengantarkan delegasi perwakilan dari BP Advokerja untuk menyerahkan petisi gabungan terkait undang-undang perlindungan tenaga kerja yang lebih adil dan berpihak pada buruh,” kata Yusuf dikutip Bekasiguide.com, Kamis 24 September 2026.
Yusuf mengatakan, massa buruh selanjutnya bergerak menuju kawasan Thamrin sebelum petisi diserahkan di Istana.
“Hari ini kita total dari setiap wilayah, Bekasi, kemudian Tangerang, Jawa Barat, ini kurang lebih ada 50 ribu massa aksi yang bersama-sama menuju ke Thamrin untuk menyerahkan petisi di Istana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, petisi tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi buruh terkait regulasi ketenagakerjaan yang dinilai perlu memberikan perlindungan lebih adil bagi pekerja.
Yusuf menambahkan, buruh juga menyiapkan aksi lanjutan apabila petisi yang disampaikan tidak mendapat respons dari pemerintah.
“Ketika petisi ini tidak didengarkan oleh pemerintah, oleh Presiden Republik Indonesia, maka kita akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di awal Oktober,” pungkasnya.







