Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi memprioritaskan distribusi air bersih ke wilayah Kecamatan Cibarusah dan Bojongmangu yang terdampak kekeringan selama musim kemarau. Penyaluran dilakukan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah desa yang mengalami krisis air.
Kepala Cabang PDAM Tirta Bhagasasi Cibarusah, Supriyadi, mengatakan pihaknya mengoperasikan tiga armada mobil tangki dengan total 15 rit distribusi air bersih setiap hari. Rinciannya, tiga rit berasal dari Cabang Cibarusah dan 12 rit didukung armada dari Cabang Bojongmangu.
“Kalau untuk distribusi dari PDAM, dalam sehari kami mengoperasikan tiga armada dengan total 15 rit. Tiga rit dari wilayah sini dan 12 rit dari Bojongmangu,” kata Supriyadi dikutip Bekasiguide.com, Jumat 31 Juli 2026.
Menurutnya, sejak akhir Mei penyaluran bantuan lebih difokuskan ke wilayah Cibarusah, Desa Ridogalih, Ridomanah, serta daerah sekitarnya yang hampir setiap tahun mengalami kekeringan. Sebelumnya, distribusi juga banyak dilakukan di wilayah Bojongmangu.
Ia menjelaskan, distribusi air dilakukan melalui titik-titik penampungan yang telah ditentukan di setiap desa. Sistem tersebut diterapkan karena kondisi geografis wilayah selatan Kabupaten Bekasi yang berbukit sehingga mobil tangki tidak memungkinkan menjangkau rumah warga satu per satu.
“Pengiriman ke lokasi yang sama umumnya dilakukan setiap dua hari sekali. Seluruh distribusi juga kami koordinasikan dengan BPBD dan PMI agar tidak terjadi penumpukan bantuan di lokasi yang sama,” ujarnya.
Supriyadi mengungkapkan, wilayah seperti Desa Ridogalih dan Ridomanah hampir setiap tahun menjadi langganan kekeringan. Selain dipengaruhi musim kemarau, kondisi tersebut juga disebabkan kontur wilayah serta minimnya sumber air yang layak digunakan masyarakat.
“Hasil peninjauan kami, sumber-sumber resapan maupun sungai di wilayah tersebut memang sangat minim. Kalau pun masih ada air, kualitasnya sudah tidak layak dikonsumsi,” ungkapnya.
Ia menilai pembangunan tempat penampungan air menjadi salah satu solusi jangka panjang agar masyarakat memiliki cadangan air saat musim kemarau tiba. Meski demikian, Supriyadi memastikan pasokan air baku untuk wilayah Cibarusah dan Bojongmangu hingga kini masih relatif aman karena bersumber dari Kali Malang yang mendapat suplai dari Waduk Jatiluhur. .
“Untuk wilayah Bojongmangu dan Cibarusah, sejauh ini pasokan air bersih masih relatif aman dan tidak mengalami penurunan yang signifikan. Catatannya, aliran Kalimalang tetap mengalir,” pungkasnya.







