Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Putra Pahlawan Proklamasi Sayuti Melik Jual Rumah Demi Biaya Pengobatan, Kini Berjuang di Tengah Keterbatasan Ekonomi 

×

Putra Pahlawan Proklamasi Sayuti Melik Jual Rumah Demi Biaya Pengobatan, Kini Berjuang di Tengah Keterbatasan Ekonomi 

Sebarkan artikel ini
Heru Baskoro, putra Pahlawan Proklamasi Sayuti Melik, didampingi sang istri menunjukkan foto kedua orang tuanya saat ditemui di kediamannya di Kota Bekasi. Heru kini berjuang melawan penyakit mata dan menghadapi keterbatasan ekonomi setelah menjual rumahnya untuk membiayai pengobatan.

Nama Sayuti Melik tercatat dalam sejarah sebagai sosok pahlawan yang mengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, di balik besarnya jasa tersebut, putranya, Heru Baskoro, kini menjalani hari-hari dengan kondisi yang jauh berbeda.

Di usia senjanya, Heru harus berjuang melawan penyakit mata yang dideritanya sekaligus menghadapi keterbatasan ekonomi. Bersama sang istri, ia kini tinggal di rumah kontrakan sederhana yang berada di Kelurahan Bojong Menteng, Kota Bekasi setelah puluhan tahun menetap di Kanada.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Perjalanan hidup Heru tidaklah singkat. Sebelum menetap di luar negeri, ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan Trans Bakrie. Kesempatan bekerja kemudian membawanya ke Texas, Amerika Serikat, untuk bergabung dengan sebuah perusahaan minyak.

“Di Amerika juga, di Texas dia bekerja di oil company,” tutur sang istri Treyzia Noviani (65) saat diwawancarai wartawan di Bekasi, Senin 13 Juli 2026.

Setelah menikah, pasangan ini sempat berencana menetap di Amerika Serikat. Namun, proses pengurusan green card tidak berjalan sesuai harapan. Atas saran pengacara imigrasi, mereka mencoba pindah ke Kanada.

“Karena dia green card holder, harus istrinya mengajukan green card juga. Lagi proses itu saya minta pulang. Menangis setiap hari telepon Mama. Akhirnya kami mencoba ke Kanada,” kenangnya.

Keputusan itu kemudian mengubah arah hidup mereka. Sistem layanan kesehatan di Kanada menjadi salah satu alasan keluarga memilih menetap di negara tersebut.

“Eh, akhirnya jadi tertarik karena kesehatan terjamin. Kita pikir, ‘Sudah deh, kita di sini saja,’ lalu kami mengajukan dan diterima,” ujarnya.

Namun, perjalanan hidup kembali berubah ketika Heru mengalami gangguan penglihatan. Ia membutuhkan operasi mata menggunakan kornea buatan, tindakan yang menurut keluarganya hingga kini belum tersedia di Indonesia.

“Sekarang sudah membaik. Tapi harus operasi mata, dan operasi mata itu tidak ada di Indonesia. Adanya cuma di Kanada, Amerika, sama Jerman. Itu namanya kornea buatan,” ungkapnya.

Pada tahun 2021, Heru pernah mencoba menjalani operasi mata di Jakarta Eye Center menggunakan kornea donor. Namun, hasilnya tidak sesuai harapan.

“Kita coba di Jakarta Eye Center menggunakan uang pribadi. Korneanya dari orang meninggal dan tidak bekerja pada beliau,” kata sang istri.

Besarnya biaya pengobatan membuat keluarga mengambil keputusan berat. Rumah yang mereka miliki dijual untuk membiayai pengobatan Heru di Indonesia.

“Kita sudah jual rumah. Begitu uangnya dipakai untuk berobat suami. Setelah balik lagi ke Kanada, biaya itu tidak direimburse. Jadi uang kami habis untuk pengobatan,” tuturnya.

Akibat kondisi tersebut, keluarga kini harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka bahkan kembali ke Indonesia pada 2024 dan tinggal di sebuah kontrakan di Kota Bekasi.

Menurut sang istri, operasi kornea buatan sebenarnya telah dijadwalkan di Kanada. Namun, keterbatasan biaya membuat keberangkatan mereka beberapa kali tertunda.

“Operasinya sudah dijadwalkan. Begitu sampai di Kanada langsung dirawat inap. Tapi karena tidak ada dana untuk kembali ke sana, jadwalnya terus mundur,” katanya.

Meski berada dalam kondisi sulit, Heru tetap menyimpan harapan untuk kembali sehat. Putra Sayuti Melik itu juga berharap masih dapat mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Pengennya bisa sehat dan ikut membantu lingkungan. Pokoknya ikut membantu sesama manusia,” ujar Heru.

 

 

 

 

 

 

Example 120x600
Berita

“PLN UID Jawa Barat berkomitmen mendukung pengembangan KDKMP melalui penyediaan pasokan listrik yang andal serta perluasan akses layanan kelistrikan bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan kemudahan bagi warga dalam memenuhi kebutuhan listrik, sekaligus membuka peluang usaha bagi koperasi untuk tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Joharifin dalam keterangannya dikutip bekasiguide.com, Senin 19 Oktober 2026.

Berita

“Jangan pernah menyerahkan masa depan kalian kepada orang yang hanya pandai mengajak, tetapi tidak ikut menanggung akibatnya. Sebelum mengambil keputusan, pikirkan baik-baik manfaat dan risikonya. Jangan takut berbeda dari teman ketika kalian tahu sesuatu itu salah,” jelas Kapolres dikutip Bekasiguide.com, Senin 19 Oktober 2026.