Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Politik

Evi Mafriningsianti Desak Pemkot Bekasi Tetapkan Simpang Unisma sebagai Black Spot Kecelakaan

×

Evi Mafriningsianti Desak Pemkot Bekasi Tetapkan Simpang Unisma sebagai Black Spot Kecelakaan

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, Hj. Evi Mafriningsianti.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, Hj. Evi Mafriningsianti, meminta Pemerintah Kota Bekasi segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan lalu lintas menyusul kecelakaan maut yang melibatkan truk kontainer di Simpang Unisma, Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, Senin (29/6/2026).

Evi menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang pengemudi ojek online dalam peristiwa tersebut. Menurutnya, kecelakaan itu harus menjadi momentum untuk membenahi sistem keselamatan lalu lintas secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada faktor pengemudi.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Peristiwa ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan lalu lintas. Bukan hanya berfokus pada faktor pengemudi, tetapi juga infrastruktur, manajemen lalu lintas, dan penegakan hukum,” ujar Evi dalam keterangan resminya dikutip bekasiguide.com, Senin 29 Juni 2026.

Ia merekomendasikan Dinas Perhubungan Kota Bekasi melakukan audit keselamatan di seluruh simpang yang memiliki tingkat kecelakaan tinggi, termasuk di Jalan Cut Meutia.

Selain itu, Dishub juga diminta mengevaluasi pengaturan traffic light, menyediakan area henti khusus sepeda motor, menambah rambu, marka jalan, warning light, CCTV, hingga menerapkan pembatasan operasional kendaraan berat pada jam-jam sibuk.

Tak hanya itu, Evi juga meminta Pemerintah Kota Bekasi menetapkan Simpang Unisma sebagai black spot kecelakaan yang menjadi prioritas penanganan. Menurutnya, diperlukan program terpadu bersama Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, serta instansi terkait, termasuk mengalokasikan anggaran khusus untuk peningkatan fasilitas keselamatan lalu lintas.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama melalui perbaikan infrastruktur, optimalisasi rekayasa lalu lintas, penegakan hukum yang konsisten, dan peningkatan edukasi kepada pengguna jalan. Kita tidak boleh menunggu hingga muncul korban berikutnya baru melakukan perbaikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Evi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan disiplin saat berkendara dengan mematuhi lampu lalu lintas, menghindari titik buta kendaraan besar, serta selalu menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai ketentuan.

“Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah terulangnya kecelakaan serupa,” pungkasnya.

Example 120x600