Kementerian Sosial melakukan sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) terhadap 66 titik Sekolah Rakyat Tahap 1C. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di Hotel Grand Travello Bekasi, Rabu 4 Januari 2026, dan diikuti oleh 113 operator Sekolah Rakyat.
Sinkronisasi dilakukan untuk memastikan seluruh data Sekolah Rakyat terintegrasi ke dalam sistem Dapodik yang dikelola Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sehingga dapat terhubung dengan basis data lintas kementerian dan lembaga.
“Sekolah Rakyat ini adalah sekolah formal yang berijazah, sehingga datanya harus masuk dan sama dengan data yang dimiliki Diktasmen. Dengan sinkronisasi ini, data guru, murid, dan sekolah bisa terhubung dalam satu sistem nasional,” ujar Gus Ipul dikutip Bekasiguide.com, Kamis 5 Februari 2026.
Gus Ipul menyampaikan, hingga saat ini Sekolah Rakyat telah tersebar di 166 titik secara nasional. Sebanyak 100 titik sebelumnya telah menyelesaikan proses sinkronisasi pada tahap pertama dan kedua, sementara 66 titik lainnya dirampungkan pada tahap ketiga ini.
Ia menegaskan peran operator Sekolah Rakyat sangat krusial dalam memastikan kelengkapan dan akurasi data, mulai dari data pendidik, peserta didik, tenaga kependidikan, hingga kelembagaan satuan pendidikan. “Operator ini ujung tombaknya. Kalau datanya baik, kebijakan dan perlindungan yang kita berikan juga akan tepat,” katanya.
Meski demikian, Gus Ipul mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam proses sinkronisasi mengingat Sekolah Rakyat merupakan program rintisan yang baru pertama kali diselenggarakan. Ketidaksesuaian data masih ditemukan pada tahap awal pelaksanaan.
“Karena ini baru, tentu masih ada ketidaksinkronan. Tapi kita terus berkoordinasi dengan Diktasmen, Kementerian PAN-RB, dan BKN agar kendala-kendala ini bisa kita selesaikan secara bertahap,” pungkas Gus Ipul.








