Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Pura Agung Tirta Bhuana, Oase Spiritualitas dan Ikon Toleransi Kota Bekasi

×

Pura Agung Tirta Bhuana, Oase Spiritualitas dan Ikon Toleransi Kota Bekasi

Sebarkan artikel ini

Di tengah deru aktivitas perkotaan yang padat, keberadaan Pura Agung Tirta Bhuana (PATB) di Jalan Jatiluhur Raya, Jakasampurna, menjadi oase spiritual sekaligus simbol kerukunan umat beragama di Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Pura yang dibangun dengan arsitektur khas Bali ini tidak hanya menjadi pusat ibadah umat Hindu, tetapi juga ruang perjumpaan yang mempererat jalinan persaudaraan lintas agama.

Hal itu kembali terlihat pada Rabu (20/8/2025), ketika tokoh dari enam agama di Kota Bekasi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berkunjung dan bersilaturahmi ke PATB. Hadir Ketua FKUB Kota Bekasi, KH Abdul Manan, bersama tokoh-tokoh agama: KH Madinah (Islam), Pdt. Pati S. Ginting (Kristen), Romo Siprianus Agung (Katolik), Bong Ji Phin (Buddha), dan Soegandi (Kong Hu Cu).

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Tujuan utama kehadiran rombongan terkait pembuatan video kerukunan di PATB oleh Ketua FKUB H Abdul Manan bersama Humas Pemerintah Kota Bekasi.

Rombongan disambut hangat oleh Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Bekasi, I Gusti Made Rudhita, jajaran pengurus PHDI dari 12 kecamatan se-Kota Bekasi, serta Pengurus Banjar Bekasi selaku pengelola PATB.

Dalam penjelasannya kepada rombongan lintas umat, I Gusti Made Rudhita menegaskan bahwa Pura Agung Tirta Bhuana telah lama menjadi pusat kegiatan spiritual dan budaya umat Hindu di Bekasi. Setiap perayaan besar, seperti Piodalan Tumpek Landep, Tawur Agung Kesanga, Galungan, Kuningan, Purnama, hingga Tilem, selalu dipadati umat.

Tidak hanya untuk ritual keagamaan, wantilan yang berada di sisi luar pura juga aktif dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Selain sebagai pusat pendidikan dan pelatihan, khususnya pengembangan seni budaya, tempat ini juga digunakan untuk kegiatan rohani dan kesehatan seperti yoga, serta berbagai aktivitas pemberdayaan umat lainnya.

“Setiap Minggu, pura ini menjadi tempat belajar agama bagi anak-anak Hindu dari tingkat PAUD, SD hingga SMA/SMK. Kehadirannya bukan hanya memperkuat sradha bhakti umat, tetapi juga memperkaya khazanah budaya di Kota Bekasi,” ujar I Gusti Made Rudhita dikutip pada Jumat, 22 Agustus 2025.

Rudhita menambahkan, Pura Agung Tirta Bhuana juga rutin membuka diri bagi kunjungan lintas agama, termasuk pelajar dan tokoh masyarakat. Dialog, silaturahmi, serta kegiatan budaya yang berlangsung di pura ini menjadi jembatan untuk saling memahami perbedaan. “Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika dan kerukunan antarumat beragama, harmoni bukan sekadar cita-cita, tetapi bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Ikon Kerukunan dan Toleransi

Rombongan lintas umat yang hadir pun tertegun dan memuji keanggunan arsitektur setiap sudut areal pura. Mereka menikmati suasana asri, tenang, dan teduh mulai dari sisi luar (kanista mandala), sisi tengah (madya mandala), hingga sisi utama (utama mandala).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua FKUB Kota Bekasi, KH Abdul Manan, mengaku gembira dan memberi apresiasi atas antusiasme umat Hindu menerima kehadiran rombongan. KH Abdul Manan menekankan bahwa kerukunan yang tercermin di Pura Agung Tirta Bhuana adalah cermin “Kota Bekasi Keren”, yakni kota yang berkembang pesat, penuh inovasi, memiliki daya tarik, serta membanggakan bagi warganya yang majemuk namun tetap harmonis. Menurutnya, perbedaan agama dan keyakinan justru menjadi kekayaan yang harus disyukuri bersama.

“Silaturahmi lintas iman seperti yang kita lakukan hari ini, perayaan hari besar, hingga kegiatan sosial adalah cara kita merawat persaudaraan. FKUB hadir sebagai wadah komunikasi antarumat di Kota Bekasi, mendukung berbagai program yang memperkuat solidaritas sosial,” jelas KH Abdul Manan.

Ia juga berharap, harmoni yang terjalin dapat terus dijaga melalui sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat. “Bekasi harus menjadi contoh kota yang maju dalam pembangunan, sekaligus kuat dalam menjunjung toleransi dan keberagaman,” tegasnya.

Kunjungan para tokoh lintas agama ke Pura Agung Tirta Bhuana menegaskan bahwa rumah ibadah semua agama bukan hanya milik satu komunitas, tetapi juga aset bersama dalam membangun keharmonisan sosial.

Dengan perannya yang strategis, Pura Agung Tirta Bhuana kini bukan hanya tempat sembahyang umat Hindu, melainkan ikon kerukunan dan toleransi yang menginspirasi kehidupan beragama di Kota Bekasi khususnya, dan di Indonesia pada umumnya.

Example 120x600
Berita

“Seluruh personel dan instansi terkait harus memperkuat koordinasi serta soliditas dalam penanggulangan bencana, tanpa mengedepankan ego sektoral. Saya juga menginstruksikan agar seluruh sarana dan prasarana pendukung, seperti perahu karet dan tenda pengungsian, dipastikan dalam kondisi layak dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.

Berita

“Kami mengajak masyarakat, khususnya pelanggan yang berencana meningkatkan kapasitas listrik di rumah, untuk segera memanfaatkan promo diskon tambah daya 50% ini sebelum berakhir hari ini. Melalui program ini, pelanggan memiliki kesempatan untuk mendapatkan kapasitas listrik yang lebih sesuai dengan kebutuhannya dengan biaya yang lebih ringan. Prosesnya pun mudah melalui PLN Mobile, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan tambah daya dengan lebih praktis,” ujar Firman, Rabu 04 November 2026.

Berita

“Kami mengajak pelanggan untuk membiasakan pembayaran listrik sejak tanggal 1 hingga 20 setiap bulannya. Dengan membayar lebih awal, pelanggan dapat mengatur kebutuhan bulanan dengan lebih baik dan terhindar dari keterlambatan pembayaran. Kebiasaan sederhana ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pelanggan sekaligus mendukung kelancaran pelayanan kelistrikan,” ujar Firman dikutip bekasiguide.com, Selasa 03 November 2026.