Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Pemkot Bekasi Komitmen Tertibkan Bangunan Liar, Kadistaru: Tiap Pembangunan Harus Miliki Izin Resmi dan Kepatuhan Tata Ruang

×

Pemkot Bekasi Komitmen Tertibkan Bangunan Liar, Kadistaru: Tiap Pembangunan Harus Miliki Izin Resmi dan Kepatuhan Tata Ruang

Sebarkan artikel ini

Pemerintah Kota Bekasi kembali menunjukkan komitmennya dalam menertibkan bangunan liar yang berdiri di atas Daerah Aliran Sungai (DAS). Seperti pada Selasa, 8 Juli 2025, Dinas Tata Ruang Kota Bekasi bersama unsur terkait melakukan survei lapangan sekaligus mengawal proses pembongkaran mandiri sebuah bangunan tak berizin di Jalan M. Hasibuan, tepatnya depan Ruko Sun City.

Bangunan yang berdiri di atas sempadan Kalimalang tersebut akhirnya dibongkar menggunakan alat berat setelah melalui tahapan prosedur administratif, mulai dari Surat Peringatan (SP) 1 hingga SP 3, serta surat perintah bongkar sendiri dari Pemerintah Kota Bekasi.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Kepala Dinas Tata Ruang Kota Bekasi, Dzikron, menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi tata ruang. Ia menyampaikan bahwa tiap pembangunan wajib memiliki izin resmi dan mengikuti peruntukan tata ruang yang telah ditetapkan.

“Kami mengapresiasi langkah pemilik bangunan yang kooperatif membongkar secara mandiri. Namun ke depan, kami mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mendirikan bangunan, terutama di kawasan vital seperti DAS. Tujuan kami adalah mewujudkan Kota Bekasi yang lebih tertib dan nyaman,” ujar Dzikron pada Rabu, 09 Juli 2025.

Proses pembongkaran berjalan lancar dengan pengawasan langsung dari petugas Dinas Tata Ruang, Satpol PP, serta unsur aparat wilayah setempat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penertiban tata ruang kota yang lebih manusiawi namun tetap tegas.

Penertiban ini juga menjadi bentuk keseriusan Pemerintah Kota Bekasi dalam menjaga fungsi ekologis daerah aliran sungai dan mencegah risiko banjir yang sering terjadi akibat penyempitan badan air oleh bangunan liar. (Adv)

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.