Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Tak Kenal Waktu, Petugas PLN UID Jabar Hadirkan Terang di Tengah Bencana Cianjur

×

Tak Kenal Waktu, Petugas PLN UID Jabar Hadirkan Terang di Tengah Bencana Cianjur

Sebarkan artikel ini
Tak Kenal Waktu, Petugas PLN UID Jabar Hadirkan Terang di Tengah Bencana Cianjur. (Photo: Istimewa)

Curah hujan dengan intensitas tinggi menerpa Cianjur dan sekitarnya pada Selasa (4/12). Fungki Dwi Sulistiono, Team Leader Teknik PLN Unit Layanan Pelanggan Tanggeung beserta Tim saat itu sementara bersiaga dan mendapatkan laporan jika di Kampung Cikolak telah terjadi gangguan kelistrikan.

Dengan sigap Fungki beserta seluruh tim yang bertugas langsung melengkapi diri dengan peralatan dan langsung bergerak menuju ke lokasi. Setibanya di lokasi, petugas melihat Sungai Cibuni sudah meluap hingga mengakibatkan jaringan tegangan rendah (JTR) di pinggir sungai tergerus air dan terhanyut.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Dukungan dari warga setempat juga terus berdatangan, tim PLN dibantu oleh warga sekitar bekerja sama dalam memperbaiki jaringan listrik terdampak bencana.

“Ketua RT dan belasan warga setempat turut membantu kami. Mereka bahkan membawakan peralatan dan membuka akses jalan agar kami dapat mencapai lokasi terdampak. Dukungan warga sangat berarti karena kami tidak mungkin bisa melakukannya sendirian,” kata Fungki dalam keterangan yang dikutip bekasiguide.com pada Senin, 09 Desember 2024.

Dengan bergotong royong, mereka mencoba menegakkan tiang yang miring, trafo yang sudah bergeser langsung diperbaiki, dan jaringan listrik yang putus kembali disambungkan.

Fungki menyampaikan medan yang berat mulai dari akses jalan yang putus, jembatan rusak, dan hujan yang terus mengguyur merupakan tantangan terbesar dia dan timnya. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan langkah mereka dalam usaha memulihkan pasokan listrik.

Selama proses pemulihan, Fungki dan tim harus meninggalkan keluarga untuk bermalam di posko darurat selama berhari-hari. Mereka bekerja di tengah cuaca ekstrem dengan tetap memperhatikan keselamatan diri.

“Rindu keluarga itu pasti. Namun, tugas ini adalah bagian dari tanggung jawab pekerjaan dan ibadah kami. Selain itu, demi masyarakat yang tentunya sangat membutuhkan listrik untuk mendukung kehidupan mereka,” katanya dengan nada penuh tekad.

Selain Kampung Cikolak, Fungki mengatakan proses pemulihan listrik di Desa Sukareta juga penuh tantangan. Di desa ini, dia dan tim harus menembus jalan yang terputus dan jembatan gantung yang kondisinya memprihatikan.

Dengan penerangan yang dibawa sendiri dan seadanya, Fungki dan tim harus melewati jembatan tersebut di malam hari.

Di desa itu, jaringan listrik rusak parah akibat banjir dan tanah longsor. Dengan tekad yang kuat, mereka membawa berbagai material dengan sepeda motor melewati jalan menanjak yang sangat licin dan berlumpur.

“Kami bekerja dari pagi hingga pagi lagi, mengambil waktu istirahat pun bergantian dan hanya sejenak saja di lokasi perbaikan. Pantang pulang sebelum terang,” ungkap Fungki.

Dewi, warga Desa Sukakerta menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh petugas PLN yang terus berjibaku walau di tengah cuaca ekstrem masih berlangsung dan akhirnya berhasil menghadirkan listrik kembali.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PLN yang sudah bekerja siang malam untuk memulihkan listrik di desa kami. Setelah banjir dan longsor kemarin, kami sempat merasa tidak ada harapan,” ujar Dewi.

Tapi melihat petugas PLN datang, menembus medan yang sulit, membawa peralatan, dan akhirnya listrik menyala kembali, rasanya seperti mimpi. Dewi menuturkan listrik ini sangat berarti bagi kami untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Sekali lagi, terima kasih banyak untuk semua pengorbanannya.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Agung Murdifi mengatakan semangat Fungki dan Tim Pelayanan Teknik ULP Tanggeung adalah contoh nyata bagaimana PLN hadir untuk masyarakat dalam situasi tersulit.

Dengan kerja sama yang baik, PLN UID Jabar berhasil melewati rintangan dan berhasil memulihkan pasokan listrik bagi seluruh warga terdampak di Cianjur pada 7 Desember 2024.

Selanjutnya, Agung menyampaikan komitmennya memberikan layanan listrik hingga pelosok Jawa Barat dengan mempercepat penormalan listrik ke warga yang terdampak bencana di Sukabumi.

“Kami akan terus melakukan yang terbaik agar kelistrikan di Sukabumi juga dapat segera kembali normal. Kami telah menerjunkan tim personel gabungan dari berbagai daerah di Jabar dan pasukan khusus PDKB untuk mempercepat proses penanganan pemulihannya,” pungkas Agung.

Example 120x600
Berita

“Melalui GAPEKA 2026, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan kereta api jarak jauh. Dengan semakin banyaknya pilihan kereta yang berhenti di Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Cikampek, pelanggan memiliki lebih banyak alternatif untuk memulai maupun mengakhiri perjalanan dari stasiun yang lebih dekat,” ujar Franoto dikutip Bekasiguide.com, Jumat 6 November 2026.

Berita

“Seluruh personel dan instansi terkait harus memperkuat koordinasi serta soliditas dalam penanggulangan bencana, tanpa mengedepankan ego sektoral. Saya juga menginstruksikan agar seluruh sarana dan prasarana pendukung, seperti perahu karet dan tenda pengungsian, dipastikan dalam kondisi layak dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.

Berita

“Kami mengajak masyarakat, khususnya pelanggan yang berencana meningkatkan kapasitas listrik di rumah, untuk segera memanfaatkan promo diskon tambah daya 50% ini sebelum berakhir hari ini. Melalui program ini, pelanggan memiliki kesempatan untuk mendapatkan kapasitas listrik yang lebih sesuai dengan kebutuhannya dengan biaya yang lebih ringan. Prosesnya pun mudah melalui PLN Mobile, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan tambah daya dengan lebih praktis,” ujar Firman, Rabu 04 November 2026.

Berita

“Kami mengajak pelanggan untuk membiasakan pembayaran listrik sejak tanggal 1 hingga 20 setiap bulannya. Dengan membayar lebih awal, pelanggan dapat mengatur kebutuhan bulanan dengan lebih baik dan terhindar dari keterlambatan pembayaran. Kebiasaan sederhana ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pelanggan sekaligus mendukung kelancaran pelayanan kelistrikan,” ujar Firman dikutip bekasiguide.com, Selasa 03 November 2026.