Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Esai

Bu, Saya Sudah Di Tanah Suci, Nih

×

Bu, Saya Sudah Di Tanah Suci, Nih

Sebarkan artikel ini
Chotim Wibowo. (Poto:doc)

GETARAN roda pesawat saat menapak landasan Jedah terasa lembut. Pesawat besar dengan penumpang 450 jamaah haji ini mulus mendarat. “Alhamdulillah,” batin saya.

Ingatan saya melambung jauh sebelum ini. Ketika harapan bisa ke tanah suci itu seperti mengawang tak jelas. Saat itu, bayangan bisa ke tanah suci saja, apalagi berhaji, sama sekali tak terbayang. Mustahil. Kondisi ekonomi dan antrean menjadi salah satu kendala. Tidak bisa membayangkan bagaimana bisa, sedangkan gaji hanya seuprit.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Tapi, semua itu sirna. Allah menjawab doa kami mendahului kemustahilan. Allah Maha Kuasa. Ketika getaran roda pesawat yang saya tumpangi menapak mantab di landasan. Itu menjadi pertanda hal yang mustahil kini menjadi nyata.

Beberapa saat pesawat parkir, lalu diumumkan bersiap untuk turun. Ya Allah. Ini benar-benar nyata, kami sudah menapak di tanah suci.

Tas tenteng dan jaket masih terpakai saat menuruni tangga. Beberapa jamaah telihat langsung bersujud syukur. Diantaranya menangis. “Kami sudah menapak di tanah suci. Saya bersyurkur,” kata jamaah teman saya.

Kami kemudian memahami, saat sejauh mereka hidup, puluhan tahun bahkan, baru kali ini bisa sampai ke Jedah. Dan segera masuk ke tanah suci. Sejauh hidup mereka membayangkan dan berharap bisa ke sini. Selama ini mungkin hanya mereka dengar, atau rasakan saat melaksanakan shalat.

“Bu, saya sudah sampai di tanah suci, nih. Seperti do’a mu dulu. Saya juga masih membawa recehan real yang kamu titipkan ke saya untuk dibelanjakan di sini,” rintih saya ke almarhumah ibu. (alfatehah).

Kami kemudian diatur menepi ke landasan, disambut petugas dengan ‘ahlan wasahlan’, lalu melewati imigrasi dan naik bisa menuju Mekah.

Saat ini, di tahun 2024, kelompok jamaah haji mulai berlangsung tiba di Tanah Suci. Dan kami merasakan getaran itu sama dan sampai ke sini. Salam sehat, hajjan mabrura, insyaAllah.

Oleh : Chotim Wibowo

Example 120x600
Esai

Sebuah penelitian berjudul “The Role of Internet User Characteristics and Motives in Explaining Three Dimensions of Internet Addiction” yang dilakukan oleh Junghyun Kim danPaul M. Haridakis dari Kent State University menyatakan bahwa seseorang dapat disebut sebagai pengguna berat internat adalah mereka yang menghabiskan waktunya lebih dari 194 menit (kurang lebih 3 jam) dalam sehari untuk mengakses internet.

Esai

“Affan ngasi tahu, dia sudah selesai setoran terakhir langsung ke guru. Sekarang harus takrir, persiapan dia simakan 30 juz nya,” bunyi WA dari rumah.

Esai

Banyak yang menganggap kondisi ini dapat memicu Perang Dunia 3. Dampak memanasnya kondisi geopolitik dunia juga berpotensi memberikan imbas buruk ke 14 negara di dunia.

Esai

Hari Jumat memiliki sejarah termat panjang dalam peradaban manusia. Bahkan, pada zaman jahiliah di negeri Arab, mereka juga mengkhususkan hari Jumat. Tapi mereka merayakannya sebagai hari Al-Arubah, hari menebar kasih sayang.