İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

Selasa, Februari 27, 2024
BerandaMetropolitanPemkot Pakse Laos Belajar Sanitasi ke Kota Bekasi

Pemkot Pakse Laos Belajar Sanitasi ke Kota Bekasi

-

BEKASI- Pemerintah Kota Pakse Laos melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam rangka kunjungan dan studi lapangan terhadap pengelolaan lumpur tinja di Aula Nonon Sonthanie, Rabu (07/12/22).

Pemimpin rombongan selaku Wakil Gubernur Pemerintah Kota Pakse Laos Mr. Somboom Heuangvongsa menjelaskan maksud dan tujuan untuk mengadopsi sistem dan regulasi yang berlaku.

“Pertemuan ini terlaksana atas 2 GGGI dari FSMA (Indonesia) dan Laos, salah satu tujuan kedatangan ingin belajar tentang sanitasi Kota Bekasi yang menjadi salah satu terbaik di Indonesia,” jelas Mr. Somboom Heuangvongsa.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Pakse Laos telah berkunjung ke kementerian PUPR, Bappenas, dan Kota Depok untuk melihat pengolahan limbah. Rencananya setelah berkunjung ke Kota Bekasi dilanjutkan ke Kota Solo.

Mr. Somboom Heuangvongsa mengaku bahwa Pemerintah Kota Pakse Laos sangat terkesan dengan sanitasi yang dilakukan di pemerintah Indonesia.

“Kami sangat antusias dengan pengelolaan limbah di Kota Bekasi. Kami juga menilai bahwa praktis sanitasi pengelolaan limbah cukup baik, karena perbedaaan luas wilayah dan kepadatan penduduk kami ingin belajar banyak di Kota Bekasi. Kami ingin mengadopsi tidak hanya teknologi namun regulasi yang diperlukan dalam rangka menunjang pengelolaan air limbah, ” kata dia.

Sementara, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawati menerima kedatangan rombongan didampingi Plt. Kadisperkimtan Asep Gunawan, Kabag Perekonomian Setda Zeno, Kabid di Disperkimtan Iim Halimi dan Pimpinan BLUD UPTD PALD beserta jajarannya.

“Selamat datang di Kota Bekasi, kami berterimakasih karena telah menunjuk pengelolaan lumpur tinja disini. Kami mendapatkan kehormatan untuk menjadi tempat pelaksanaan pengelolaan lumpur tinja, ” kata Renny.

Pemerintah Kota Bekasi terus berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan memberikan inovasi dalam pengelolaan limbah membuat peningkatan sanitasi layak mencapai 98% dan belum sanitasi sebesar 2 %.

Berupaya maksimal dalam mengelola air limbah domestik salah satunya dengan mengembangkan kelembagaan yaitu membentuk sebuah badan layanan umum Daerah unit pelaksana teknis daerah pengelolaan air limbah domestik.

“Adapun teknologi yang digunakan Pemkot. Bekasi melalui BLUD UPTD PALD menggunakan teknologi mechanical dengan kapasitas pengolahan black water 120 M³/hari dan grey water 600 M³/hari dan telah memiliki 9.449 pelanggan,” jelas dia.

Karena wilayah Kota Bekasi sangat terbatas maka dipilihlah kebijakan untuk pengembangan SPALD-S (Sistem Pengelolaan Air Limbah-Setempat) menggunakan septic tank yang nantinya akan beralih menjadi SPALD-T (Sistem Pengelolaan Air Limbah – Terpusat) seperti Sewerage System.

Reny berharap, dengan adanya kunjungan dan studi lapangan ini menjadikan Pemerintah Kota Pakse Laos lebih baik lagi dalam mengelola lumpur dan menjadikan motivasi bagi Pemkot Bekasi meningkatkan pelayanan yang lebih dalam pengelolaan air limbah domestik. (mae)

Related articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img

Latest posts