İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

Selasa, Februari 27, 2024
BerandaPeristiwaHari Guru Nasional, Ketua PGRI Desak Pemkot Atasi Krisis Guru

Hari Guru Nasional, Ketua PGRI Desak Pemkot Atasi Krisis Guru

Caption : Para Guru melaksanakan Upacara Hari Guru Nasional 2022 tingkat Kota Bekasi, Jumat (25/11/2022).

-

BEKASI- Seiring dengan Hari Guru Nasional, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bekasi, Dedi Mufrodi meminta pemerintah untuk memperhatikan kekurangan guru terutama pada guru SD di Kota Bekasi.

Dedi menyebut, jumlah guru SD di Kota Bekasi idealnya harus berjumlah sekitar 14 ribu, sementara saat ini jumlahnya baru di angka 9 ribu guru SD.

“Kekurangan guru di sekolah dasar yang paling banyak, sekarang ini kan baru 9000 jumlah guru nah idealnya itu kan 14 ribuan,” kata Dedi Mufrodi, Jumat (25/11/2022).

Diketahui, pemerintah Kita Bekasi saat ini sudah membuka perekrutan PPPK Guru. Namun, menurut Dedi hal itu tidak menjadi solusi untuk kondisi krisis guru di Kota Bekasi.

“Terkait penerimaan guru melalui jalur PPPK, pada prinsipnya tidak mengatasi kekurangan guru karena guru guru yang diangkat menjadi PPPK gurunya itu itu saja, hanya ditingkatkan kesejahteraannya, tetapi kan terkait kekurangan tidak mengatasi kekurangan itu sendiri,” ucapnya.

Menurutnya, solusi yang lebih tepat adalah pencabutan moratorium agar pihak sekolah bisa merekrut langsung guru honorer.

“Karena kalo kita menunggu Pemerintah terkait penerimaan CPNS apalagi kan selagi moratorium belum dicabut susah juga mengandalkan PPPK juga bukan solusi mengatasi kekurangan seperti itu,” ucapnya.

Selain itu, kekurangan guru di Kota Bekasi ini juga membuat jumlah siswa dalam satu kelas tidak memenuhi standar nasional pendidikan.

“Kelas menjadi gemuk yang idealnya standar pendidikan idealnya SD 28 SMP 32, karena kekurangan yang seharusnya dua kelas menjadi satu kelas, sehingga jumlahnya tidak memenuhi standar nasional pendidikan,” ujarnya.

“Itu yang diambil oleh rekan rekan guru sd dan SMP untuk mengatasi kekurangan guru, tapi ya itu tadi capaian standar pendidikan tidak terpenuhi,” tambahnya. (Mae)

Related articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img

Latest posts