İstanbul escort bayan sivas escort samsun escort bayan sakarya escort Muğla escort Mersin escort Escort malatya Escort konya Kocaeli Escort Kayseri Escort izmir escort bayan hatay bayan escort antep Escort bayan eskişehir escort bayan erzurum escort bayan elazığ escort diyarbakır escort escort bayan Çanakkale Bursa Escort bayan Balıkesir escort aydın Escort Antalya Escort ankara bayan escort Adana Escort bayan

Selasa, Februari 27, 2024
BerandaMetropolitanBocah di Muara Gembong Makan makanan Tak Lazim

Bocah di Muara Gembong Makan makanan Tak Lazim

-

BEKASI- GI (3) bocah asal kampung Bulak Sukadana Desa Jaya Sakti RT 02 RW 05 , kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi memiliki kebiasaan yang tak lazim lantaran memakan benda benda seperti sandal, kertas, styrofoam dan kardus.

Menurut orang tua GI yakni Pipit Setiawati (34) mengatakan awal mula anaknya tersebut memakan benda-benda tak lazim itu diawali kala ia melihat keanehan yang terjadi oleh anaknya.

“Yang dimana ketika GI berusia 1 tahun, dimana ia memperhatikan sandal yang ada di rumahnya itu dalam keadaan terpotong,” ujar dia kepada awak media di kediamannya, Selasa (22/03) Siang.

Ia menjelaskan, dikarenakan sandal dengan kondisi terpotong, lantas dirinya melakukan penulusuran. Setelah diketahui ternyata dari ulah sang anak.

“Keanehan itu waktu anak saya umur 1 tahun, kok ini sendal banyak yang buntung gitu. Saya perhatiin bocah ini makan sendal,” katanya.

Pipit mengatakan, sempat melarang anaknya agar tidak memakannya namun ketika dilarang, anaknya justru kerap mengamuk.

“Jadi sempat saya larang ya namanya sendal itu kan, terus marah dia (anak saya). Sampai saya ganti sandal baru. Kaalu dibilang apa ya, emang sering banget dah gitu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, makanan tak lazim tersebut, dimakan layaknya makanan ringan yang dikonsumsi oleh anak-anak seusia GI.

“Dimakan ditelen kertasnya. waktu dia makan sendal kalo saya perhatiin pas buang air kalo makan sendal ijo ya keluarnya utuh warna juga ijo, kemudian kalo ketas mah gak keliatan mungkin kecerna atau gimana saya juga ga ngerti,” tandasnya.

Atas kejadian tersebut, ia mengaku  keluarga tidak bisa berbuat banyak hanya bisa pasrah menuruti keinginan GI.

“Kadang kadang kalo dia lagi pengen kaya tadi pagi tuh ada empat sampai lima lembar buku gede sekitar ukuran A3. Nanti begitu pas balik dari bermain minta lagi. Dan itu harus gaboleh tidak. Karena sudah terbiasa jadinya saya nyediain buku, karna kan kakanya kan sekolah tuh, jadi mau tak mau saya juga nyari bukunya yang bersih yang ga ada tintanya,” pungkasnya. (Arya Putra)

Related articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
3,912PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
spot_img

Latest posts