Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Ekbis

Efisiensi Ditengah Pandemi, PLN UP3 Bekasi Raih Pendapatan Rp1,3 Triliun Lebih

×

Efisiensi Ditengah Pandemi, PLN UP3 Bekasi Raih Pendapatan Rp1,3 Triliun Lebih

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.

BEKASI- Berkat efisiensi di sisi teknis dan operasional serta inovasi-inovasi melalui Program Transformasi PLN yang dijalankan sejak April 2020 lalu, kinerja keuangan PLN meningkat signifikan di tengah masa pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

PLN UP3 Bekasi meraih pendapatan Rp 1,380 triliun sampai dengan April 2021. Adapun jumlah KWH ialah 1,165 Giga Watt Hour (GWh).

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Jumlah pelanggan ada 930.430,” kata Manager PLN UP3 Bekasi, Ririn Rachmawardini, pada Selasa (25/5/2021).

Ririn menjelaskan ada peningkatan laba atau pendapatan ini membuktikan berhasilnya program transformasi PLN yang telah dimulai sejak April 2020 lalu.

“PLN di situasi pandemi dapat membukukan laba bersihnya. Meskipun sebagian besar bisnis tengah menghadapi pandemi Covid-19 yang juga menyebabkan perekonomian nasional menurun,” jelas dia.

Untuk PLN keseluruhan, Zulkifli Zaini sebagai Direktur Utama PLN mengungkaplan laba bersih tahun 2020 naik 38,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2020, PLN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 5,9 Triliun. Posisi ini naik Rp 1,6 Triliun dibandingkan perolehan laba bersih tahun 2019 sebesar Rp 4,3 Triliun.

Laporan keuangan tahun 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC Indonesia) dengan Opini Tanpa Modifikasian dan dirilis pada tanggal 24 Mei 2021, menunjukkan kenaikan tersebut.

Laba bersih PLN tahun 2020 tersebut dapat bertambah sebesar Rp 13,6 Triliun, apabila tidak mempertimbangkan pencatatan unrealised loss selisih kurs sebesar Rp 7,7 Triliun, serta tambahan pengakuan pendapatan dari penyambungan pelanggan sebesar Rp 5,9 Triliun, jika pencatatannya dilakukan sama seperti tahun 2019 yang belum menerapkan PSAK 72.

Program Transformasi yang berjalan sejak tahun lalu telah memperkuat daya tahan PLN di situasi pandemi, bahkan dapat membukukan peningkatan laba bersihnya. Meskipun sebagian besar bisnis tengah menghadapi pandemi Covid-19 yang juga menyebabkan perekonomian nasional menurun, PLN berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp345,4 Triliun.

Dari jumlah tersebut, pendapatan penjualan tenaga listrik mencapai Rp 274,9 Triliun, termasuk didalamnya subsidi stimulus Covid-19 sebesar Rp 13,8 Triliun membantu 33 juta pelanggan. Selain itu terdapat pendapatan subsidi sebesar Rp 48, Triliun yang menjangkau 37 juta pelanggan dan kompensasi Rp 17,9 Triliun untuk 42 juta pelanggan.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari Transformasi PLN, yang berfokus pada peningkatan pendapatan dan menurunkan biaya pokok penyediaan, serta peningkatan layanan. Korporasi beralih dari strategi supply driven ke demand driven, inovasi-inovasi menciptakan kebutuhan dari pelanggan baru dan eksisting, dan digitalisasi untuk menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) Listrik,” tambah Zulkifli.

“PLN beradaptasi dengan tantangan untuk menambah revenue perusahaan sekaligus mendukung perkembangan dunia industri, yaitu melalui akuisisi captive power di industri, elektrifikasi sektor agrikultur dan perikanan, serta migrasi ke kompor listrik atau electrifying lifestyle,” terang Zulkifli.

Dalam upaya meningkatkan pendapatan dan pelayanan kepada pelanggan, PLN juga mengembangkan lini usaha di luar kelistrikan dan melakukan optimalisasi aset PLN antara lain membangun layanan internet dan infrastruktur kendaraan listrik. Kemudahan layanan dilakukan melalui Super Apps PLN Mobile. Dengan Super Apps PLN Mobile ini, layanan PLN yang tadinya belum terintegrasi, sekarang sudah menyatu dan terkonsolidasi, sehingga pelanggan dapat menggunakannya dengan sangat mudah dan cepat.

“Dengan peningkatan laba bersih tersebut, terbukti bahwa program Transformasi dapat kami katakan berjalan sesuai rencana dan target,” ujar Zulkifli.

Zulkifli menambahkan, selain upaya efisiensi, korporasi yang dipimpinnya juga meningkatkan pengelolaan berbasis Good Corporate Governance (GCG), pengendalian likuiditas yang ketat, memperkuat pengelolaan Manajemen Risiko, dan pengelolaan keuangan yang hati-hati.

“Di sisi pengelolaan keuangan, PLN juga membangun “Cash War Room” yang dikelola secara prudent dan dimonitor on daily basis, Management Information System yang terintegrasi, dan sistem pengadaan yang sebagian besar terdigitalisasi,” papar Zulkifli.

Dengan seluruh langkah efisiensi dan penghematan ini, sepanjang tahun 2020, PLN mampu menurunkan beban usaha dengan cukup signifikan. Dari yang semula beban usaha sebesar Rp 315,4 Triliun di tahun 2019, menjadi hanya sebesar Rp 301,0 Triliun di Tahun 2020. Artinya, ada pengurangan sebesar Rp14,4 Triliun pada beban usahanya.

Usaha-usaha di atas akan terus dilakukan dalam rangka mewujudkan Transformasi PLN menjadi Perusahaan Listrik Terkemuka se-Asia Tenggara dan Nomor 1 Pilihan Pelanggan untuk Solusi Energi.

Example 120x600
Ekbis

Komitmen OPPO yang selalu mendengarkan kebutuhan konsumennya, memastikan bahwa perangkat ini akan dilengkapi dengan fitur-fitur unggulan seperti pengisian daya super cepat SUPERVOOC, baterai berkapasitas besar, teknologi kecerdasan buatan (AI) terdepan OPPO, performa mumpuni, hingga ketahanan tingkat tinggi untuk penggunaan dalam waktu yang lama.

Ekbis

“Ini merupakan tanggung jawab sosial bagi kami, karena satu kantong darah dapat menyelamatkan satu nyawa yang membutuhkan. Selain itu, kami juga ikut memfasilitasi rekan-rekan pengemudi kami khususnya di kota Bekasi untuk ikut mendonorkan darah mereka.” ujar Susanto dalam keterangan tertulisnya dikutip bekasiguide.com, Kamis 20 Juni 2024.

Ekbis

“Selama enam tahun perjalanan Maxim di Indonesia ini, kami mencoba untuk memberikan dampak positif untuk semua kalangan masyarakat salah satunya adalah sahabat-sahabat tunanetra di Pertuni, dan kedepannya saya harap layanan Maxim bisa turut membantu kalangan masyarakat lainnya termasuk para kaum disabilitas dan kebutuhan khusus” ujar Dirhamsyah dalam keterangan resminya pada Jumat 14 Juni 2024.