Momen Wali Kota Sungkem Ibunda Tercinta Di Hari Raya Idul Fitri 1442H


BEKASI – Momen Hari Raya Idul Fitri menjadi hal hari kebahagiaan bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia, dimulai dengan menahan diri dari hawa nafsu ataupun makan dan minum.

Pada tahun ini, 1 Syawal 1442 Hijriyah menjadi momentum hari raya yang masih dikelilingi dengan pandemi Covid 19, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi secara aturan mengikuti peraturan dari Pemerintah pusat untuk tidak menjalankan kegiatan rutin pada hari lebaran yakni Open House.

Seusai shalat idul fitri di Masjid Agung Al-Barkah Kota Bekasi, tradisi sungkeman dilaksanakan oleh Wali Kota Bekasi dengan sapaan akrab Bang Pepen bersama Ibu Gunarti Rahmat Effendi dan anak anaknya untuk berkumpul di kediaman beliau.

Tradisi sungekman ini selalu dilaksanakan setiap tahunnya, karena Bang Pepen masih memiliki seorang ibu kandung di kediamannya, hal ini tentu dimanfaatkan dengan baik olehnya.

Menurutnya, banyak yang pada tahun ini dan kemarin tidak melaksanakan mudik karena peraturan yang telah dibuat juga pasti ada sebuah rindu dan ingin memeluk orang tua di kampung halamannya. Ada yang sampai rela macet macetan di jalan untuk sebuah momen meminta maaf dan sujud di kaki orang tuanya, ada juga yang putar balik karena nekat mudik padahal keluarga dikampung menunggu kehadirannya.

Bang Pepen bersyukur karena masih memiliki seorang ibu walaupun kondisi sudah sepuh, ia pun sungkem bersama keluarganya dengan kerendahan hatinya kepada ibu yang melahirkannya, momen haru pun ada didalamnya.

Ibu Hj. Nuroh adalah ibu kandung dari Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi yang sekarang ini usianya sudah mencapai kurang lebih 83 tahun, akan tetapi kesehatannya sampai saat ini masih fit dan masih ingat dengan keluarga besarnya.

Wali Kota mengatakan bahwa saya melepas jabatan saya sebagai Wali Kota saat tunduk dan sujud di hadapan ibunya, karena jabatan ini adalah doa dan dukungan serta restu dari ibunda tercinta. Ucapan permintaan maaf kepada ibunda dengan harapan dan doa kesehatan yang diberikannya terlontar dari mulut Bang Pepen.

“Saya bangga dan sangat sayang kepada ibu saya yang telah melahirkan saya, berkat doa dan dukungan ini saya bisa menjadi seperti ini, dan sebagai anak saya harus membahagiakan ibu saya sampai kapanpun” ujar Bang Pepen.

Usai lakukan prosesi sungkeman, Bang Pepen mengajak ibu untuk santap hidangan yang tersedia, dengan menuntun ibu yang sudah memasuki usia sepuh (tua). Bang Pepen juga menyuapi makanan dan memberi minum kepada ibunya. Memang menjadi kewajiban seorang anak kepada ibunya akan tetapi dari sela sela kesibukannya, Rahmat Effendi dengan niat sendiri untuk menyuapi orang tuanya.

Rahmat Effendi juga jelaskan biasanya pada momen lebaran ini hanya melakukan sungkeman saja, seusai itu melakukan open house dan menerima tamu dari warga Kota Bekasi, namun pada tahun ini dirinya tidak melakukan open house dan hanya melalui virtual video, jadi menurutnya saya merasa bisa dekat dengan ibundanya dan keluarga serta anak anaknya.

Harapannya pada idul fitri tahun depan semua wabah virus Covid sudah usai agr warg Kota Bekasi bisa merasakan hal yang sama untuk sujud depan orang tuanya, ia pun juga juga berharap momen lebaran ini bisa berkumpul dan tidak ada larangan mudik lagi. Wali Kota juga menegaskan bahwa pada tahun ini memang masih ada wabah yang melanda sehingga Warga di tegaskan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mematuhi peraturan yang di buat, karena untuk kesehatan diri kita sendiri dan juga untuk keluarga tercinta. (NDOET)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *