Banyak Laporan Listrik Padam di Bekasi, Begini Penjelasan PLN

Petugas PLN sedang melakukan pengecekan jaringan yang terkena alat berat sejenis becko.

BEKASI- Satu bulan terakhir atau November 2020 ini, banyak masyarakat dan perkantoran mengeluhkan seringnya listrik padam. Kondisi ini di perparah padamnya listrik pada jam-jam sibuk aktivitas kerja.

Kekinian, sejumlah wilayah mengalami padam listrik seperti di jalur Very Very Important Person (VVIP) seperti perkantoran gedung DPRD Kota Bekasi, RS Awal Bros dan Mall BTC. Setelah ditelusuri, rupanya dampak padam listrik akibat adanya proyek galian yang mengenai kabel milik PLN.

“Beberapa kejadian padam listrik akibat matrial, ada beberapa juga yang disebabkan karena kegiatan pekerjaan pembangunan khususnya perbaikan jalan di seputaran Kota Bekasi,” kata Manager Bagian Jaringan PLN UP3 Bekasi, Deni Cardiana, Kamis (26/11/2020).

Contohnya yaitu berada di depan Mall BTC, Jalan Joyo Martono, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Listrik mengalami padam lantaran adanya kegiatan perbaikan jalan atau pemasangan unit.

“Aset kita terkena kegiatan becko sehingga menyebabkan ganguan,” ungkap dia.

Sama halnya, sambung Deni, padam listrik di wilayah Mustikajaya dan Bekasi Utara beberapa waktu lalu. Perbaikan jalan dibarengi dengan proyek galian milik pemerintah daerah mengenai aset milik PLN hingga terjadinya pemadaman listrik.

PLN Minta Pemda Tingkatkan Komunikasi

Perusahaan plat merah ini meminta kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan komunikasi jika ada proyek infrastruktur. Hal itu guna meminimalisir adanya gangguan kelistrikan yang berdampak pada masyarakat luas.

Menurut Deni, Pemerintah Kota Bekasi sejatinya sudah membuka komunikasi. Hanya saja untuk proyek-proyek dengan skala besar. Tetapi, informasi proyek infrastruktur perbaikan jalan belum ia dapati.

Ia menegaskan kepada pemerintah daerah untuk terus berkomunikasi dalam bentuk apapun apabila sedang menjalankan proyek galian atau perbaikan jalan. Sehingga, PLN dapat membantu memonitoring kegiatan pemerintah daerah.

“Seandainya ada koordinasi mungkin kami bisa mengawal, sehingga kejadian yang merusak aset PLN bisa kita cegah lebih awal,” imbuhnya.

Deni mencatat, pada bulan November 2020 ini telah terjadi 18 kali trip fider. Hanya saja, 13 trip fider itu adalah dampak dari terganggunya aset PLN akibat dampak pembangunan atau galian infrastruktur jalan skala kecil.

“Jadi masyarakat tahunya itu kalau listrik padam ya karena PLN. Padahal ada gangguan aset kita,” katanya.

Protap PLN Soal Kelistrikan

Deni menambahkan, PLN mempunyai protap dalam mejalani aktivitas kelistrikan. Standar pelayanan saat terjadi trip atau padam listrik sejatinya maksimal hanya tiga jam. Setelah itu, masyarakat atau pelanggan dapat kembali merasakan kebutuhan listriknya.

“Jadi ada pola yang sudah baku di PLN, pada saat trip kita sudah melakukan kegiatan investigasi secara protap yang sudah tersusun, jadi upayakan 3 jam maksimal itu pelanggan sudah teraliri listrik kembali,” jelas Deni.

Ia melanjutkan, PLN mempunyai fider-fider yang ditanam dalam tanah. Sehingga sejatinya tingkat kehandalan dan keamanan cukup tinggi.

“Rata-rata sekitar 1 meter dibawah permukaan tanah, jadi sudah cukup aman kecuali proyek-proyek tadi yang saya sebutkan. Karena hanya beberapa saja jaringan kita yang ada di udara dan itu bisa kita antisipasi sebelumnya karena jaringan udara secara visual sudah bisa mengetahui potensi potensi penyebab gangguan,” lanjut Deni.

Sementara untuk pemeliharaan gardu, PLN mengagendakan dalam jangka enam bulan sekali. Hal ini guna maintenance pemeliharaan untuk meningkatkan performa kubikel instalasi gardu, termasuk juga yang jaringan udara dan saluran kabel.

“Ini di maintenance mungkin hanya sesekali kita asesmen kemampuan kabelnya, jadi secara rutin aset kita terus kita pelihara supaya life timenya dari peralatan kita juga semakin bertambah,” tutup dia.

Lebih lanjut, Deni juga mengingatkan kepada masyarakat agar ikut menjaga dan memelihara jarigan listrik. Saat ini sudah memasuki musim penghujan, untuk masyarakat yang memiliki pohon dan berpotensi mengganggu jaringan listrik untuk direlakan dipangkas guna mengantisipasi terjadinya gangguan.

Selain itu, Ia berpesan kepada masyarakat untuk tidak bermain layang – layang di dekat jaringan listrik. Dengan demikian, masyarakat ikut menjaga kelancaran pasokan listrik kepada pelanggan.

“Saya meminta ke semua pihak untuk ikut menjaga jaringan listrik, sehingga meminimalisir potensi padam akibat gangguan,”tandas dia. (bams)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *