Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Berkah Momentum HLN ke-75, Sanggar Sekolah Anak Jalanan Bekasi Dapat Bantuan Rp20 Juta

×

Berkah Momentum HLN ke-75, Sanggar Sekolah Anak Jalanan Bekasi Dapat Bantuan Rp20 Juta

Sebarkan artikel ini
Manajer PLN UP3 Bekasi sekaligus Pembina YBM PLN UP3 Bekasi, Ririn Rachmawardini memberikan bantuan.

BEKASI- Sanggar Sekolah Anak Jalanan Kabasa mendapatkan dana bantuan Rp 20 juta. Dana sebesar itu bersumber dari subsidi PLN UP3 Bekasi untuk mendorong inovasi pendidikan ditengah Pandemi Covid-19.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian Hari Listik Nasional (HLN) ke-75 yang dilakukan melalui sinergi PLN peduli dan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN dimana terselenggara serentak hari ini, Minggu (25/10/2020).

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Manajer PLN UP3 Bekasi sekaligus Pembina YBM PLN UP3 Bekasi, Ririn Rachmawardini menyampaikan, HLN menjadi milik seluruh masyarakat, tidak hanya bagi keluarga perusahaan pelat merah itu.

Karenanya, programkan subsidi bantuan ini menyasar Sanggar Kabasa, dengan tujuan mengembangkan potensi pendidikan bagi anak jalanan.

“Kami bekerjasama dengan Teladan Foundation, dan diharapkan semoga bantuan dari YBM ini bisa memberikan manfaat kepada adik-adik pelajar,” kata Ririn kepada wartawan di Bekasi, Minggu (25/10/2020).

Ririn menambahkan, selain sebagai wujud rasa syukur HLN ke-75 tahun, kegiatan ini juga dilakukan untuk berbagi kebahagiaan serta sekaligus menegaskan bahwa PLN selalu hadir dan peduli dengan lingkungan sekitarnya.

Ririn menegaskan, dana bantuan itu dikelola oleh pihak yayasan Sanggar Kabasa sehingga dapat disalurkan dalam program pendidikan ditengah Pandemi Covid-19.

Misalnya yaitu, untuk keperluan pelajar membeli kuota internet, dimana saat ini proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) masih dalam jaringan (Daring).

“Atau bisa untuk keperluan peralatan sekolah, serta infrastruktur pendukung kegiatan belajar mengajar. Intinya pada tahun ini kami mendorong lebih kepada inovasi pendidikan,” tegas dia.

Disamping itu, momentum peringatan HLN ini juga, PLN UP3 Bekasi juga bertekad untuk lebih meningkatkan lagi kualitas kerja menuju kualitas pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat luas.

Dalam kesempatan ini pula, Ririn mengkampanyekan program pemerintah tentang 3M, yaitu dengan memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak. Hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Karena itu, acara ini kami batasi juga yang datang dengan perwakilan 25 murid dan 8 guru, kita sosialisasi 3M guna perlindungan diri kita dan orang sekitar kita,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Teladan Kemanusiaan Indonesia, Yusuf Adi Nugraha menyambut baik program tersebut. Ia berharap agar PLN UP3 Bekasi dapat terus memberikan bantuan pendidikan bagi anak-anak jalanan.

Menurutnya, persoalan pendidikan saat ini menjadi concern dan misi kemanusiaan Teladan Foundation. Oleh karena itu dalam kurun waktu setahun ini Teladan Foundation juga hadir membantu para anak-anak korban bencana banjir bandang dan longsor di Jawa Barat.

“Sejak awal tahun ini kami hadir di wilayah bencana seperti Lebak Banten, Sukabumi, Garut dan Tasikmalaya. Kami menyalurkan bantuan pendidikan amanah para donatur berupa peralatan tulis, seragam sekolah hingga kuota internet bagi pelajar yang terdampak. Kami juga menyalurkan mesin pompa sedot lumpur di ponpes Assalaam Nurul Jaza, Tasikmalaya dan mesin genset di musholla Nurul Iman, kampung Muhara, Lebak Gedong, Banten,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Pimpinan Sekolah Anak Jalanan Sanggar Kabasa Bekasi, Guntur Kurniawan mengapresiasi gerakan kemanusiaan yang dilakukan oleh PLN UP3 Bekasi.

Ia mengaku bahwa dana bantuan tersebut sangat berguna bagi anak-anak Sanggar Kabasa, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini.

“Semoga bantuan pendidikan ini bermanfaat bagi kami dan menambah pahala kebaikan bagi para donatur yang peduli terhadap nasib anak anak jalanan,” katanya singkat. (Man)

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.