Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Semangat PDAM Tirta Patriot Melayani Masyarakat di Tengah Kondisi Covid 19

×

Semangat PDAM Tirta Patriot Melayani Masyarakat di Tengah Kondisi Covid 19

Sebarkan artikel ini
Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Patriot, Solihat. (poto:istimewa)

BEKASI- Adanya Wabah Covid 19 dua bulan terakhir yang menyerang hampir seluruh belahan dunia tentunya memberikan dampak dalam semua aspek kehidupan.

Pandemi ini pun tentunya menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi sektor pelayanan. Tak terkecuali pelayanan pengadaan air bersih bagi masyarakat.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Dan satu diantara pelayanan pengadaan air bersih menjadi perhatian masyarakat Kota Bekasi melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot Kota Bekasi.

Selama masa pandemi Covid 19 PDAM Tirta Patriot memang menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan kepada pelanggan(masyarakat). Namun hal itu menurut Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Patriot, Solihat PDAM Tirta Patriot tetap maksimal dalam menjalankan aktivitas pendistribusian air bersih kepada masyarakat Kota Bekasi.

“Tentunya kami (PDAM Tirta Patriot) bersama Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucap pria yang kurang lebih 20 tahun berkecimpung di dalam pelayanan air minum kepada masyarakat ini.

“Hal ini (pelayanan optimal) tetap dilakukan kami untuk meringankan beban masyarakat selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat penyebaran Virus Covid 19,” tambahnya.

Solihat pun tidak memungkiri di tengah kondisi saat ini, tidak sedikit perusahaan pelayanan yang terguncang baik dari sisi pelayanan maupun manajerialnya (keuangan). Namun demikian, dirinya beserta jajaran PDAM Tirta Patriot terus memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat.

“Alhamdulillah kami terus bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat, tentunya kondisi ini karena PDAM Tirta Patriot masih tetap dalam keadaan sehat dan mampu menjalankan operasional seperti biasanya (baik secara keuangan maupun pemenuhan hak dan kewajiban lainnya),” papar pria yang berlogat Bekasi Tulen ini.

Masih menurut Solihat, selain memberikan pelayanan kepada masyarakat saat kondiai Covid saat ini. PDAM Tirta Patriot terus memperbaiki sistem manajerial perusahaan. Terbukti dengan semangat dan etos kerja seluruh pegawai PDAM Tirta Patriot, perusahaan yang berlokasi di Teluk Buyung Bekasi Utara ini kerap mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam kurun beberapa tahun terakhir serta sehat serta FCR. Selain itu berdasarkan audit BPPSPAM dan BPKP sebagai audit untuk menilai kinerja PDAM.

“Selain itu PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi pun mampu memberikan PAD yang progresif kepada Pemerintah Kota Bekasi secara baik. Terbukti dua tahun terakhir ada kenaikan PAD dari PDAM Tirta Patriot untuk Pemerintah Kota Bekasi,” papar alumni SMAN 1 Kota Bekasi ini.

Dalam hal penilaian kinerja, Solihat menuturkan ada empat aspek kinerja yang menjadi skala prioritas PDAM Tirta Patriot untuk lebih baik lagi kedepan. Keempat aspek tersebut pertama adalah aspek keuangan kedua aspek pelayanan ketiga aspek operasional dan terakhir adalah aspek sumber daya manusia.

“Hal ini menjadi parameter mutlak bagi PDAM dalam penilaian kinerjanya,” ujarnya.

Selain itu ada motivasi kami lagi di PDAM Tirta Patriot untuk terus memberikan pelayanan yang maksimal. Dalam ranking berdasarkan data BPPSPAM, PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi secara Nasional di tahun 2019 masuk kedalam peringkat 81 dari 380 PDAM seluruh Indonesia, dan peringkat 14 dari PDAM seluruh Jawa Barat.

“PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi selalu dalam penilaian Sehat serta FCR karena dari empat aspek penilaian dinyatakan baik. Hal ini menjadi motivasi yang luar biasa bagi  kami (PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi) untuk terus meningkatkan prestasinya khususnya dalam pelayanan terhadap masyarakat Kota Bekasi,”harapnya seraya berdoa agar pandemi Covid 19 ini segera berakhir.

Untuk menjadi sebuah perusahaan yang sehat selain dengan menjalankan prinsip-prinsip diatas. Solihat pun menegaskan PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi senantiasa berkomitmen dalam menjalankan operasionalnya sesuai dengan seluruh peraturan yang mengikat bagi penyelenggaraan PDAM.

“Semua peraturan yang berkaitan dengan PDAM baik itu Peraturan Daerah, Peraturan Walikota, Peraturan Menteri, Peraturan Pemerintah dan Undang-Undang kami jalankan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dengan komitmen inilah, kata Solihat yang menjaga fokusnya PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi dalam bertanggung jawab terhadap tugasnya serta tanggung jawabnya kepada Pemerintah Kota Bekasi untuk masyarakat Kota Bekasi.

Selain itu PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi dalam pelaksanaan kewajibannya selama wabah Pandemi Virus Covid-19 ini. Untuk tetap melayani masyarakat Kota Bekasi dengan tetap mengaktifkan karyawannya secara periodik sesuai dengan ketentuan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Bekasi yang membatasi waktu dan jumlah pekerja dengan pembagian sistem kerja WFH (Work Form Home) dengan tujuan pembatasan sosial untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

“Dengan jumlah Karyawan yang Ideal maka pembagian tugas kepada seluruh Karyawan dapat berjalan dengan baik sehingga secara maksimal menjalankan Tupoksinya masing-masing,”jelasnya lagi.

Kemampuan dan Keahlian Karyawan yang merata, menurut Solihat menjadi kunci penting dalam menjaga tetap maksimalnya pelayanan terhadap masyarakat. Karena tidak seluruh karyawannya masuk kerja melainkan diatur dengan pembatasan sistem kerja, operasional menerima pembayaran rekening, pemasangan baru, penerimaan keluhan ganguan, penanganan gangguan, pendistribusian dan produksi tetap berjalan semaksimal mungkin seperti biasanya walau dengan protokoler pencegahan Covid-19.

“Semoga kami PDAM TIrta Patriot Kota Bekasi senantiasa tetap memberikan pelayanan yang terbaik terhadap masyarakat Kota Bekasi,” tututpnya. (Man)

Example 120x600
Metropolitan

Peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari gerakan keagamaan, tabur bunga untuk mengenang para pahlawan, hingga peresmian sejumlah infrastruktur.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memotivasi masyarakat dalam membangun kota.
“Ini adalah rangkaian peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi. Kemarin ada gerakan mengenal Al-Qur’an, gerakan cinta Al-Qur’an melalui kegiatan menulis dan membaca Al-Qur’an, kemudian juga tabur bunga untuk mengenang para pahlawan,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa generasi saat ini merupakan pewaris kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Selain itu, dalam momentum HUT Kota Bekasi tahun ini, pemerintah juga meresmikan sejumlah fasilitas serta membuka akses jalan yang dinilai menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga.
“Hari ini kita juga mempersembahkan satu jalan yang menjadi urat nadi Kota Bekasi, yaitu Jalan Swatantra yang sudah dibuka. Ini merupakan kerja keras yang dipercepat untuk dipersembahkan pada peringatan HUT Kota Bekasi,” katanya.
Tri juga menegaskan bahwa usia ke-29 tahun menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah daerah, termasuk dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinannya.
Menurutnya, pembangunan Kota Bekasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
“Tentu sudah banyak capaian yang diraih, tetapi masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama. Ini hanya bisa dilakukan jika masyarakat bersatu, bergotong royong, dan peduli terhadap pembangunan kota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga memberikan penghormatan kepada salah satu tokoh pejuang daerah, yakni M.H. Subuan. Penghormatan dilakukan dengan penempatan helm pahlawan serta penyediaan infografis sejarah di area Alun-Alun Kota Bekasi agar masyarakat dapat mengenal perjuangan tokoh tersebut.
Tri berharap momentum HUT ke-29 Kota Bekasi dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan kota ke depan.
“Pemerintah hanya menggelorakan semangatnya, tetapi pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi pelaku utama pembangunan. Karena itu, kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci kemajuan Kota Bekasi,” tutupnya.