Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

Paryono Fokus Membangun Desa demi Kesejahteraan Warga

×

Paryono Fokus Membangun Desa demi Kesejahteraan Warga

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Piasa Wetan, Paryono turun langsung ke lapangan bersama warga.

BANJARNEGARA- Mewujudkan kesejahteraan masyarakat merupakan cita cita seorang pemimpin. Hal itu juga berlaku bagi sosok Kepala Desa Piasa Wetan Paryono. Desa Piasa Wetan terletak di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Desa Piasa Wetan, Paryono mengatakan bahwa, untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, pihaknya telah membuat berbagai terobosan yang di tuangkan dalam program. Dari berbagai program baik jangka pendek ataupun rencana jangka panjang disiapkan. Salah satunya, kata dia, yakni mewujudkan sanitasi layak di tengah masyarakat desa dengan melakukan jambanisasi 107 rumah warga pada 2016 lalu.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

Cita-cita Paryono untuk membangun Desa Piasa Wetan tidak berhenti sampai disitu, dalam waktu dekat, juga akan melakukan jambanisasi 300 rumah agar tercipta lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman.

“Untuk mewujudkan Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS), Pemerintah Desa Piasa Wetan berhasil membangun jamban dan instalasi air bersih untuk bisa dinikmati warga, seluruh bersumber dari anggaran APBDes,” ungkap Paryono kepada bguide.com, Senin, (11/09).

Paryono melanjutkan, untuk penggunaan anggaran, APBDes Piasa Wetan sendiri yang berjumlah sekitar Rp766 juta telah dipergunakan untuk membangun infrastruktur dan sarpras umum sesuai dengan instruksi Pemerintah Pusat.

“Semangat untuk membangun infrastruktur juga kami berlakukan di Desa Piasa Wetan. Kami berhasil membangun jembatan akses yang menghubungkan dua desa beda kabupaten. Tepatnya, Jembatan dari grumbul Kopek, Desa Piasa Kulon, Kabupaten Banyumas dengan grumbul Teplak, Desa Piasa Wetan yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara pada tahun anggaran 2016,” kata dia.

Selain itu, kata dia, Pemerintah Desa Piasa Wetan sudah merampungkan 5 unit rumah tidak layak huni (RTLH) pada 2016 lalu. Pembangunan layanan keamanan bagi masyarakat juga menjadi salah satu prioritas, ia mencontohkan pembangunan Pos Siskamling di wilayah setempat.

“Sebanyak 5 unit Rumah Tidak Layak Huni juga rampung di renovasi di TA tahun 2016, tahun depan kami ajukan ke provinsi sebanyak pengerjaan 28 RTLH,” tambah Paryono.

Sementara, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), Paryono memiliki rencana mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di bidang jasa. Selama ini masyarakat di Desa Piasa Wetan kerap kebingungan mencari jasa penyewaan Tratag (alat pesta), sebagai Kades, saya mempertimbangkan harus ada BUMDes yang bisa berperan membangun Desa Piasa Wetan.

“Bisa saja nanti BUMDes tersebut bergerak di bidang jasa Tratag membangun ekonomi tapi lewat peran masyarakat juga, dari masyarakat untuk masyarakat lah, saling bersimbiosis mutualisme,” tandas Paryono.

Sementara, Huri (42) warga setempat menuturkan bahwa, kepemimpinan Paryono sebagai Kepala Desa, sudah banyak program yang terwujud. Pembangunan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat desa sudah tampak jelas.

“Sudah banyak infrastruktur desa yang dibangun dan dibenahi. Untuk seorang pemimpin, Paryono tampak cakap dalam segala hal,” kata dia.

Lebih lanjut ia berharap, keberhasilan dalam membangun desa Piasa Wetan kedepannya harus bisa dipertahankan.

“Kita sebagai warga sangat mendukung semua program pemerintah desa selagi untuk kepentingan masyarakat,” pungkas dia. (BK)

Example 120x600
Metropolitan

“Kegiatan tersebut berlangsung Minggu depan, diharapkan masyarakat Sukatani untuk menghadiri kegiatan MTQ, termasuk gelaran pawai ta’aruf,” ungkapnya usai kegiatan Halal Bihalal di Aula Kantor Kecamatan Sukatani pada Kamis 18 April 2024.

Metropolitan

“Setelah merayakan lebaran bersama keluarga, dan memanfaatkan libur lebaran cukup panjang, ayo kembali semangat bekerja melayani masyarakat. Laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, selesaikan segala pekerjaan dengan baik dan tetap sesuai dengan ketentuan,” harap Gani Muhamad dikutip bekasiguide.com pada Kamis 18 April 2024.

Metropolitan

“Kebetulan orang terlantar tanpa identitas itu ‘kan awalnya sakit, kemudian kita bawa ke RSUD, dan ternyata meninggal dunia. Sampai meninggal pun identitasnya tidak diketahui, jadi kami urus makamnya sampai selesai karena itu merupakan tugas kami,” ujar Alex dikutip bekasiguide.com pada Rabu 17 April 2024.

Metropolitan

“Kita menginformasikan kepada seluruh tokoh bahwa dalam waktu dekat mulai 27 April-5 Mei 2024 ya, kita akan menjadi tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Jawa Barat, tentu ini perlu dukungan semua pihak, agar berjalan sukses dan lancar,” ungkapnya dikutip bekasiguide.com pada Rabu 17 April 2024.