Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Olahraga

Pordasi Kota Bekasi Turunkan 23 Atlet di Porprov XV Jabar, Bidik 5 Medali Emas

×

Pordasi Kota Bekasi Turunkan 23 Atlet di Porprov XV Jabar, Bidik 5 Medali Emas

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Pordasi Kota Bekasi, Boby Cahyadi.

Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kota Bekasi menurunkan 23 atlet untuk berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Dengan persiapan yang dinilai matang, kontingen berkuda Kota Bekasi optimistis mampu meraih sejumlah medali emas dari tiga komisi yang dipertandingkan.

Ketua Umum Pordasi Kota Bekasi, Boby Cahyadi, mengatakan cabang olahraga berkuda terbagi menjadi tiga komisi, yakni pacu, equestrian, dan endurance. Masing-masing memiliki karakteristik serta kebutuhan persiapan yang berbeda.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Alhamdulillah, persiapan sampai saat ini sudah matang. Total ada 23 atlet yang kami turunkan dan terbagi dalam tiga komisi tersebut,” kata Boby dikutip bekasiguide.com, Rabu 04 November 2026.

Pertandingan dijadwalkan berlangsung di sejumlah lokasi. Pada 7–8 November 2026, atlet berkuda akan bertanding di Pangandaran, dilanjutkan pada 10–16 November di Artayasa, Depok, serta pertandingan terakhir pada 19 November di Cikarang.

Untuk menunjang kesiapan atlet, pemusatan latihan atau training camp (TC) dilaksanakan di beberapa daerah, di antaranya Bandung, Depok, dan Cikarang. Khusus nomor pacu, pembinaan juga dilakukan di Salatiga dan Pangandaran karena keterbatasan fasilitas latihan di Kota Bekasi.

Dari sisi target prestasi, komisi pacu membidik empat hingga lima medali emas. Sementara itu, komisi equestrian juga memiliki peluang besar untuk menyumbangkan medali, terlebih Kota Bekasi diperkuat atlet yang memiliki pengalaman di level internasional.

“Untuk pacu, kami menargetkan empat atau lima medali emas. Di equestrian, kami juga optimistis karena ada atlet yang pernah tampil di Asian Games. Dari delapan nomor yang diikuti, kami berharap bisa meraih enam medali,” ujarnya.

Boby menyebut nomor endurance jarak 40 kilometer menjadi salah satu andalan Kota Bekasi. Pada nomor ini, terdapat dua kategori yang dipertandingkan, yakni individual dan beregu.

Menurutnya, olahraga berkuda membutuhkan keselarasan antara atlet dan kuda yang digunakan saat bertanding. Karena itu, persiapan tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik dan teknik penunggang, tetapi juga kondisi serta perawatan kuda.

“Olahraga berkuda berbeda dengan cabang olahraga lainnya. Orangnya tidak bisa bertanding tanpa kuda, begitu juga kudanya harus berada dalam kondisi yang baik. Karena itu, perlu ada bonding dan keselarasan antara rider dengan kudanya,” jelas Boby.

Ia mengungkapkan, biaya pemeliharaan kuda menjadi salah satu tantangan dalam pembinaan olahraga berkuda. Kebutuhan pakan, perawatan, serta tenaga groom atau perawat khusus membuat biaya yang harus disiapkan tidak sedikit.

Untuk kuda pacu, biaya pakan dan perawatan dapat mencapai Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per hari, bergantung pada kebutuhan masing-masing kuda.

“Perawatannya memang cukup mahal, mulai dari pakan, tempat pemeliharaan, sampai perawatan hariannya. Karena itu, pembinaan olahraga berkuda membutuhkan dukungan yang berkelanjutan,” tuturnya.

Selain persoalan biaya, keterbatasan venue juga menjadi perhatian Pordasi Kota Bekasi. Saat ini, fasilitas berkuda di wilayah Bekasi sebagian besar dikelola pihak swasta. Meski demikian, Boby melihat perkembangan positif dengan bertambahnya fasilitas dan stable atau kandang kuda di sejumlah lokasi.

Ia berharap penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat dukungan terhadap olahraga berkuda, mulai dari penyediaan fasilitas latihan, pembinaan atlet, hingga keberlanjutan karier atlet setelah tidak lagi aktif bertanding.

“Harapan kami, pemerintah bisa memberikan dukungan penuh untuk olahraga berkuda, baik dari sisi venue, pembinaan atlet, maupun perhatian terhadap atlet yang sudah pensiun,” katanya.

Boby menambahkan, Kota Bekasi telah mengikuti penyelenggaraan Porprov sebelumnya dan berhasil meraih satu medali emas. Ia berharap capaian pada Porprov 2026 dapat meningkat seiring dengan persiapan yang dilakukan serta pengalaman atlet yang semakin berkembang.

“Alhamdulillah, sekarang perkembangan olahraga berkuda di Bekasi sudah mulai terlihat. Kami optimistis bisa memberikan hasil terbaik untuk Kota Bekasi, asalkan pembinaan dan dukungan terhadap olahraga ini terus diperkuat,” pungkasnya.

Example 120x600