Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Metropolitan

23 Ribu Aparatur Kota Bekasi Didorong Jadi Agen Perlinsos Digital 

×

23 Ribu Aparatur Kota Bekasi Didorong Jadi Agen Perlinsos Digital 

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi Robert TP Siagian saat memberikan keterangan terkait upaya Pemkot Bekasi mendorong 23 ribu aparatur menjadi agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital untuk membantu memperluas pendataan warga penerima bantuan sosial.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mendorong sebanyak 23 ribu aparatur menjadi agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital untuk membantu memperluas jangkauan pendataan warga. Langkah ini dilakukan agar masyarakat yang kesulitan mengakses teknologi tetap dapat mengikuti proses pendaftaran.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Bekasi, Robert TP Siagian, mengatakan keterlibatan aparatur diperlukan untuk membantu warga yang tidak memiliki telepon seluler atau belum memahami proses pendaftaran secara digital.

Scroll Ke Bawah Untuk Melanjutkan
Advertisement

“Bagi warga masyarakat yang tidak memiliki handphone, tidak punya laptop, tentunya tidak bisa masuk. Nah, ini melalui agen tadi,” kata Robert dikutip Bekasiguide.com, Selasa 27 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, Kota Bekasi saat ini menjadi daerah percontohan Perlinsos Digital tahap kedua. Berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat sekitar 833 ribu warga yang menjadi sasaran pendataan, sedangkan jumlah pendaftar telah mencapai 47 ribu orang atau sekitar 5,72 persen.

Robert mengatakan, Pemkot Bekasi juga menggerakkan relawan, pengurus RT/RW, kader PKK, dan posyandu untuk membantu proses pendaftaran. Upaya tersebut diharapkan dapat menjangkau warga yang mengalami keterbatasan perangkat maupun kemampuan dalam menggunakan teknologi digital.

Menurutnya, warga yang telah memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) dapat mendaftar secara mandiri maupun membantu warga lain melalui mekanisme agen. Karena itu, aparatur didorong mengaktifkan IKD agar dapat berperan dalam proses pendataan tersebut.

Robert menambahkan, sistem Perlinsos Digital diharapkan dapat membantu pemerintah mengintegrasikan data masyarakat dengan berbagai basis data terkait, termasuk BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Integrasi tersebut diharapkan mendukung penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.

“Harapannya nanti betul-betul bahwa tidak ada lagi bantuan yang tidak tepat sasaran,” ujarnya.

Ia berharap keterlibatan aparatur dan masyarakat dapat mempercepat pendataan sehingga warga yang berhak menerima bantuan sosial dapat terdata dengan baik, termasuk mereka yang belum memiliki akses terhadap teknologi digital.

Example 120x600